Berbusana Khas Daerah, Guru Bercerita dan Berpuisi

BERCERITA: Seorang guru di Persekolahan Suster Pontianak tampil dalam lomba bercerita di peringatan hari guru nasional.  RAMSES/PONTIANAKPOST

Peringatan Hari Guru di Masa Pandemi  

Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Tahun ini peringatannya digelar dengan cara yang berbeda karena sedang terjadi pandemi Covid-19. Meski demikian tak menyurutkan semangat untuk memperingati perjuangan guru. 

RAMSES TOBING, Pontianak

BELASAN kursi berwarna merah tersusun rapi di Aula Persekolahan Suster Pontianak, Jalan RA Kartini, Kecamatan Pontianak Kota, Rabu (25/11).  Tidak rapat, karena masa pandemi Covid-19, jarak antara satu kursi satu dan yang lainnya mesti direnggangkan. Panitia mengatur jarak kursi itu karena bagian dari protokok kesehatan. Hari itu, Persekolahan Suster Pontianak sedang berlangsung final lomba guru bercerita dan berpuisi.

Tiga orang terlihat duduk di depan. Dua laki-laki dan satu perempuan. Mereka adalah juri dari lomba yang digelar.

“Hari ini final untuk lomba bercerita,” kata Sudarti, Kepala SD Suster, Pontianak.

Lomba yang digelar itu memang tidak seperti biasanya. Bukan dari tema melainkan peserta yang ikut. Jika umumnya lomba bercerita dan puisi yang digelar untuk anak-anak, kali ini adalah guru. Pesertanya adalah seluruh 30 guru di Persekolahan Suster Pontianak. Beragam cerita yang mereka bawakan. Salah satunya tentang Gatot Kaca.

Sebelum masuk ke babak final para peserta mengirimkan video membaca puisi dan bercerita ke panitia. Durasi bercerita selama 15 menit. Sedangkan berpuisi lima menit. “Proses seleksi awal dilakukan secara virtual. Jadi guru mengirimkan videonya untuk dinilai juri,” jelas Sudarti.

Proses seleksi itu dimulai 12 November 2020. Para peserta mulai mempersiapkan diri dari 13-18 November 2020. Kemudian penjurian terhadap video yang dikirim dilakukan 19-20 November. Juri memilih sepuluh peserta dimasing-masing kategori untuk tampil di babak final.

“Babak final lomba bercerita tanggal 25 November 2020. Kemudian untuk lomba berpuisi tanggal 26 November 2020,” kata Sudarti.

Babak final itu digelar sejak pagi hari. Mulai pukul 08.00 hingga 12.00. Peserta tak hanya unjuk gigi dalam bercerita tapi juga tampil dengan mengenakan seragam khas daerah. “Jadi mereka tampil secara langsung dihadapan juri. Ada dari peserta yang lolos di dua kategori, bercerita dan berpuisi,” terang Sudarti.

Sudarti mengatakan lomba yang mengikutsertakan para guru sebagai peserta untuk mendorong mereka lebih percaya diri lagi.

Selain itu untuk mengasah kemampuan para guru dibidang seni. “Selain mereka bisa tampil percaya diri bahwa mereka juga punya kemampuan dibidang seni. Meskipun bukan guru seni mereka tetap bisa tampil dengan baik,” harap Sudarti.

Sudarti meyakini para guru yang menjadi peserta bisa memberikan penampilan terbaiknya. “Saya yakin bisa karena mereka nanti adalah guru yang mendampingi siswa dalam berbagai lomba sehingga mereka harus punya kemampuan itu,” kata Sudarti.

Sudarti berpesan kepada peserta agar menjadi guru yang bisa mendidik dengan hati, penuh kasih dan profesional di masing-masing bidangnya. (*)

 

error: Content is protected !!