Wabup Tinjau Kebun Kakao di Dusun Ansok
Berdayakan Ekonomi Masyarakat Sembari Menjaga Hutan

KUNJUNGI KEBUN KAKAO: Wabup Sudiyanto bersama Ketua BPH AMAN Sintang, Antonius Anting, saat meninjau kebun kakao di Dusun Ansok, Selasa (27/7). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

NANGA TEMPUNAK – Saat mengunjungi Dusun Ansok, Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak, Wakil Bupati (Wabup) Sintang, Sudiyanto meminta agar masyarakat desa fokus pada pemanfaatan hutan tanpa eksploitasi berlebihan. Masyarakat desa juga diminta dia untuk mengembangkan komoditas pangan yang potensial, Selasa (27/7).

Dia mengatakan bahwa dalam rangka ketahanan pangan untuk mencapai swasembada pangan, fokus pada pengembangan bidang pertanian dan perikanan merupakan hal yang utama. Terlebih lagi di Kecamatan Tempunak dengan lahan yang masih terbilang luas, potensi untuk berkembang, diakui dia, sangat memungkinkan. “Saya yakin khusus untuk di Tempunak Hulu ini luar biasa luas lahannya. Sangat-sangat memungkinkan untuk mencapai swasembada pangan,” ucapnya.

Namun untuk mencapai hal tersebut, menurut dia, harus ada yang menjadi inisiator. Keberadaan inisiator ini diharapkan dia, mampu menjadikan masyarakat di pedesaan bergerak, agar tak terlalu bergantung terhadap sumber mata pencaharian utama seperti karet dan sawit.

“Kita di Sintang ini kan ada credit union yang bergerak di bidang pemberdayan ekonomi masyarakat. Juga ada AMAN juga yang bergerak langsung di lapangan, sehingga masyarakat tidak lagi fokus pada karet dan sawit saja,” ujarnya. Ia pun menyebutkan beberapa komoditas potensial untuk dikembangkan di daerah tersebut, seperti coklat, kopi, enau, dan tebu.

Ia mencontohkan, di Ketungau Tengah saat ini sedang dikembangkan pinang. Hal itu dinilainya sebagai suatu hal yang sangat positif. Untuk itulah, Sudiyanto meminta para kepala desa di wilayah Tempunak Hulu untuk lebih fokus kepada kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa. Dimisalkan dia, seperti yang sedang dikembangkan AMAN Sintang di Dusun Ansok, Desa Benua Kencana, yaitu kopi. Pengembangan yang menurut dia, didukung keberadaan kebun kopi milik warga setempat yang berdiri cukup lama. Bahkan juga di Dusun Jungkang, digambarkan dia, ada tanaman kakau yang di kembangkan masyarakat setempat.

“Contoh sederhana, nanam kopi, coklat, atau yang lain, silakan pilih. Minimal setiap kepala keluarga di kampung itu bisa nama 5 – 10 bibit itu sudah bagus. Karena kita berpikir ke depan pemberdayaan masyarakat sangat penting, kalau masyarakatnya sejahtera, ngurus desa pun nyaman,” kata dia.

Pemkab Sintang, kata Sudiyanto, sangat memberikan dukungan terhadap kegiatan yang bersifat pemberdayaan peningkatan ekonomi masyarakat. Dukungan diberikan mereka melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, dengan adanya pengajuan-pengajuan dari kelompok pertanian yang ada di desa.

“Apa yang kami bisa buat, kami pemerintah tetap buat. Maka bentuk-bentuk dari pengajuan dalam bentuk kelompok itu wajib, ndak mampu kalau kita melayani orang perorang,” ujarnya. Selain itu, kata dia, kegiatan yang bersifat pemberdayaan perekonomian seperti ini juga harus sesuai dengan prinsip menjaga hutan demi masa depan anak cucu. Disarankan dia, dengan tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran. “Ini tanggung jawab kita bersama bagaimana menjaga hutan. Kita di kampung ini yang masih ada hutan, dijaga. Bisa dikelola buat pemberdayan ekonomi, tanpa kita mengeksploitasinya. Hutan tanpa di tebang juga bisa menghasilkan,” pungkasnya. (ris)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!