Berdendang dengan Mereka yang Dulunya Budak Gang

HOW’S your day? Masih ngurusin skripsi yang tak kunjung terselesaikan? Atau dapat tugas sekolah terus-terusan? Selisih paham sama pacar yang menjengkelkan? Ayo sini bawa joget dulu. Musik jadi salah satu escapeway termurah buat refresh diri dari masalah sehari-hari. Irama gendang yang bisa buat badan bergoyang dan mulut berdendang bisa jadi salah satu pilihan. Yuk, kenalan sama Urbai Street, grup musik lokal dari Pontianak yang berani tampil beda ke belantika musik dengan konsep orkesnya.

Berawal dari kumpul-kumpul budak gang, sejak 2017 Urbai Street yang kala itu masih beranggotakan tiga orang mulai mengamen dan sesekali ikut festival akustik. Yap! Urbai Street yang memiliki makna jalan Urai Bawadi ini lahir sebagai grup musik akustik tetapi mulai pindah haluan ke genre dangdut orkes,agar terlihat berbeda dan antimainstream, kata Paldi, sang Gitaris 2.

“Awal 2018 udah mulai kita seriusin, terutama masalah lagu dan budget. Seiring berjalannya waktu kita udah punya satu lagu dengan judul Balada Pancur Kasih. Ceritanya akrab dengan kejadian sehari-hari, soal seorang pengangguran yang pacarnya ingin cepat dinikahi dengan acara yang mewah padahal kondisi ekonominya tidak memungkinkan. Akhirnya hubungan tersebut disudahi. Tapi lagu ini belum dirilis secara resmi, cuma udah dibawakan beberapa kali di panggung-panggung,” cerita para personel Urbai Street secara bergantian.

Tak hanya sama-sama berasal dari lokasi tempat tinggal yang sama, para personel Urbai Street juga sebagian besar alumnus SMA Mujahidin Pontianak yang akhirnya dengan mudah chemistry mereka terbangun. Dipilihnya orkes sebagai identitas, pelan-pelan memberikan panggung tersendiri bagi Urbai Street. Grup dengan 7 orang personel ini juga selalu tampil dengan fashion yang nyentrik, seperti mengenakan kemeja full motif dan kacamata hitam.

“Soal pengalaman perform paling berkesan itu waktu ke Sanggau karena kejar-kejaran waktunya sama Hari Raya Idul Adha. Juga pas di acara Kosong-Kosong, ngerasa bangga bisa main di event sebesar itu. Jadi ajang perkenalan Urbai Street juga silaturahmi sama band-band yang ada di Pontianak,” imbuh Paldi.

Karena membawakan aliran yang tak biasa, Urbai Street dengan musik orkesnya mempunyai teknik latihan tersendiri. Sebelum mulai latihan di studio, terlebih dahulu memilih lagu-lagu dan mengaransemennya di rumah atau camp tempat biasa mereka berkumpul, setelah semuanya fix baru latihan lebih serius di studio. Adapun lagu yang paling sering dibawakan seperti Judul-judulan, Bioskop, Jumat Kliwon, Yang Penting Happy dan Duit dari PMR.

“Kita juga peka sama kondisi saat ini, misal lagu yang lagi trending dari TikTok juga biasa kita bawakan biar bisa nyanyi bareng penonton. Orkes Musik PMR sama PSP yang jadi kiblat dan referensi utama kita,” pungkas Paldi.

Ternyata musik dangdut bukan hanya bisa dinikmati oleh orang tua, ya sobat Z. Urbai Street yang beranggotakan Beta sebagai Vokalis, A’ok dan Paldi pemain gitar, Santo pada Bass, Mirja dengan ketipung, Yoga di tamborin, Paklek di Pianika serta Teing dan Abdi bagian crew, sebagian besar masih berstatus sebagai mahasiswa, loh. Musik emang nggak memandang umur, guys. As long as you can enjoy the beat, lanjutkeun! (mya)

Read Previous

Desa Wisata yang Terkendala Sampah Melimpah

Read Next

Ekpedisi MKJP Kubu Raya-Kapuas Hulu Berhasil Terpasang 211 Akseptor

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *