Berharap Rival Tergelincir

LUIS Suarez mengekspresikan frustrasinya setelah Barcelona ditahan imbang Celta Vigo 2-2, kemarin. Hasil itu membuat Barcelona gagal melebarkan jarak dengan Madrid di klasemen Liga Spanyol. Barcelona pun terancam kedodoran dalam perburuan gelar juara.

Barca mengumpulkan 69 poin dari 32 laga, atau hanya unggul satu angka dari Madrid di urutan kedua (Madrid baru bertanding dinihari tadi melawan Espanyol). Andai menang, Madrid bisa akan menyalip Barcelona.

Kondisi ini memantik kekhawatiran Suarez. Ia frustrasi dengan hasil yang didapatkan timnya. Suarez pun berharap Madrid juga ikut kehilangan poin dan terpeleset di laga-laga selanjutnya. “Rasanya negatif. Kami kehilangan dua poin dalam persaingan juara La Liga. Awalnya, semua berada dalam genggaman. Namun, sekarang kami harus menunggu Real Madrid kehilangan poin. Yang kami rasakan saat ini adalah frustrasi karena kehilangan dua poin,” kata Suarez kepada Marca usai laga melawan Celta.

Menurutnya, kedua tim bakal menghadapi laga-laga sulit di pekan mendatang. Lawan-lawan berat siap mengadang seperti Villarreal dan Atletico Madrid. “Kami harus berbenah,” ujar Suarez. Ia kesal karena timnya sering kehilangan poin di laga tandang. “Di luar kandang, kami kehilangan poin-poin penting. Itu jarang terjadi di musim-musim sebelumnya,” ujar dia.

Musim ini rekor tandang Barcelona bisa dibilang buruk. Sejauh ini mereka cuma mengoleksi 23 poin saja dari maksimal 48. Hal itu beda jauh dibanding saat bermain di Camp Nou. Barcelona mampu meraup 46 dari 48 poin yang tersedia.

Nada yang cenderung pasrah juga diungkapkan pelatih Barca, Quique Setien. Setien berharap Madrid tergelincir dalam perebutan gelar juara. “Secara teori, kami harus memenangkan semua pertandingan dan berharap rival kami terpeleset,” ujar Setien kepada Marca..

Masalah yang dihadapi Barca tak hanya di atas lapangan. Isu tentang buruknya Hubungan antara Setien dan para pemain Barcelona juga menguak. Di akhir pertandingan melawan Celta, ada perdebatan antara para pemain dengan Setien di ruang ganti.

Para pemain mencela pelatih karena beberapa keputusan taktisnya saat pertandingan melawan Celta, seperti mempertemukan Arthur Melo dan Antoine Griezmann. Menurut beberapa sumber Marca, perdebatan cukup panas dan menunjukkan bahwa tidak ada harmoni antara para pemain dan staf pelatih. Para pemain tidak setuju dengan beberapa metode pelatih dan mulai menyadari bahwa jika mereka terus seperti ini, mereka tidak akan juara.

Terlepas dari semua itu, optimisme masih ditunjukkan Pique, bek Barca lewat Twitter. Menurutnya, Barca belum tamat. “Ingatlah satu hal, kami adalah Barcelona dan ini belum berakhir,” kicaunya. “Bertarung sampai akhir ada di DNA kami. Kami tetap tegar dan Selasa nanti, kami mulai lagi.”(*)

loading...