Beribu Manfaat Minyak Kelapa

Oleh: Dr. Maherawati, S.TP., M.P.*)

Minyak kelapa merupakan minyak yang diperoleh dengan cara mengekstraksi daging buah kelapa. Ekstraksi minyak dari kelapa dapat dilakukan dengan metode kering (bahan baku kopra) atau metode basah (bahan baku santan kelapa). Pembuatan minyak kelapa dengan metode kering banyak dilakukan oleh perusahaan besar, sedangkan pembuatan minyak kelapa dengan metode basah dapat dilakukan dengan teknologi sederhana oleh masyarakat.  

Setidaknya ada dua jenis proses pembuatan minyak dengan metode basah yaitu menggunakan santan segar dan santan fermentasi (santan yang telah dimalamkan). Sebagian masyarakat memilih pembuatan minyak dari santan fermentasi karena lebih cepat dalam proses pemasakan, sehingga menghemat biaya bahan bakar. Walaupun dari uji laboratorium, minyak kelapa yang diperoleh dari santan fermentasi mempunyai kandungan asam lemak bebas yang lebih tinggi dibandingkan dari santan segar, sehingga akan beresiko cepat rusak selama penyimpanan.

Sifat minyak sangat dipengaruhi oleh kandungan asam lemak yang berada dalam minyak tersebut. Asam lemak merupakan senyawa penyusun lemak, sehingga lemak atau minyak akan mempunyai sifat yang berbeda-beda tergantung pada asam lemak penyusunnya.

Minyak kelapa mempunyai kandungan asam lemak yang sangat khas dan berbeda dengan jenis-jenis minyak lainnya. Rantai karbon penyusun lemak dapat dibedakan berdasarkan panjangnya menjadi rantai pendek (C2-C6), rantai sedang (C8-C12), dan rantai panjang (C14-C24). Asam lemak khas minyak kelapa adalah asam laurat. Oleh karenanya seringkali minyak kelapa juga disebut dengan minyak laurat. Asam laurat merupakan salah satu jenis asam lemak yang mempunyai rantai carbon sebanyak 12 (C12). Beberapa contoh minyak dan kandungan asam lemak dominannya dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini.

Beberapa asam lemak dominan pada minyak nabati

Jenis Minyak Asam lemak dominan
Minyak sawit Asam laurat (C12)
Minyak kelapa Asam palmitat (C16)
Minyak jagung Asam oleat (C18:1)
Minyak kacang Asam oleat (C18:1)
Minyak biji bunga matahari Asam linoleat (C18:2)

 

Minyak kelapa mengandung asam laurat (C12) sebesar 48,24%, asam kaprat (C10) sebesar 6,28%, dan asam kaprilat (C8) sebesar 7,41% sehingga total asam lemak rantai sedang dalam minyak kelapa sebanyak 61,93% (Karouw dkk., 2014). Dengan demikian minyak kelapa merupakan minyak yang mempunyai kandungan asam lemak rantai sedang  terbanyak dibandingkan jenis-jenis minyak lainnya. Tidak banyak minyak yang mempunyai kandungan asam lemak rantai sedang selain minyak kelapa.

Apa kelebihan asam lemak rantai sedang ?

Asam lemak rantai sedang merupakan bahan bakar yang efektif dan efisien bagi tubuh. Di dalam tubuh, asam lemak ini akan dengan mudah diubah menjadi energi. Berbeda dengan asam lemak rantai panjang yang lebih sukar untuk diubah menjadi energi. Kelebihan asam lemak rantai sedang tidak akan disimpan di bawah kulit sebagai timbunan lemak, namun justru akan menjadi bahan bakar tubuh yang efisien. Asam lemak rantai sedang langsung dimetabolisme melalui sistem vena portal dan tidak melalui jalur cyclomicron untuk ditransfer dari darah ke sel (Karouw dkk., 2014). Hal ini secara praktis dapat kita rasakan jika kita mengonsumsi VCO yang sangat kaya asam laurat, maka tubuh akan mudah berkeringat. Itulah reaksi tubuh terhadap bahan bakar yang masuk.

Selain itu, asam laurat mempunyai sifat antivirus dan antibakteri. Di dalam tubuh asam laurat akan menjadi monolaurin yang merupakan antivirus terhadap beberapa virus RNA dan DNA pada manusia. Sedangkan monolaurin sebagai antibakteri berpengaruh terhadap beberapa bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia seperti Listeria monocytogenes, Staphylococcus agalactiae, Hemophilus influenza, dan Helicobacter pylory (Widiyati dkk., 2009).

Itu tadi adalah gambaran secara teoritis kemampuan asam laurat dalam minyak kelapa dalam mempertahankan atau meningkatkan ketahanan tubuh. Lalu bagaimana dengan sifat-sifat minyak kelapa sebagai media untuk menggoreng?

Keunggulan minyak kelapa dalam penggorengan dapat dilihat dari karakteristik hasil gorengan yang diperoleh. Secara umum, penggorengan menggunakan minyak kelapa menghasilkan hasil gorengan dengan tekstur lebih renyah, warna lebih cerah, dan garing (tidak menyerap minyak). Sedangkan minyak sisa penggorengan relatif masih jernih.

Sifat-sifat baik dari minyak kelapa seharusnya menjadi perhatian agar sumber daya yang melimpah di daerah Kalimantan Barat ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Bahan mudah didapat, proses pembuatan mudah dikerjakan, hasil yang diperoleh banyak manfaatnya. Apalagi yang ditunggu?

 

*) Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan

Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Read Previous

Jatuh Bangun Merintis Usaha

Read Next

Sama-Sama PKB, Hanif Dhakiri Ditunjuk Jadi Plt Menpora

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *