Berikan Bantuan untuk Mahasiswa Rantau

BANTUAN : Paket sembako diberikan kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan lantaran tak bisa pulang kampung. Bantuan ini diinisiasi oleh Lembaga Akademi Ide Kalimantan dan BEM UNTAN.

PONTIANAK – Tidak sedikit mahasiswa dari luar kota yang bermukim di Kota Pontianak dan sekitarnya mengalami kesulitan pada masa pandemi seperti saat ini. Mereka  yang belum atau tidak bisa pulang kampung menghadapi persoalan keuangan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan harian. Atas dasar inilah, muncul gerakan kemanusiaan Bantu Mahasiswa.

“Ini merupakan Gerakan Kemanusiaan Bantu Mahasiswa yang tidak atau belum bisa pulang kampung dan terdampak covid-19. Kegiatan ini diinisiasi oleh Lembaga Akademi Ide Kalimantan dan BEM UNTAN,” ungkap Beny Than Heri, Direktur Akademi Ide Kalimantan, kemarin.

Beny mengatakan, gerakan ini baru berjalan pekan lalu dan sudah mendapatkan antuasias yang cukup besar. Pihaknya menggalang dana dari para donatur, untuk kemudian disalurkan kepada mahasiswa yang membutuhkan. Bantuan yang diberikan, kata dia, utamanya berupa beras seberat 5 kg, dan tambahan 10 butir telur per mahasiswa.

“Bantuan tambahan ini bersifat variatif, tergantung ketersediaan dana donasi dan jumlah penerima,” kata dia

Gerakan ini pun diakuinya mendapatkan sambutan yang baik, terutama bagi mahasiswa terdampak. Dia menceritakan, ketika gerakan ini diumumkan, 30 menit kemudian ada 49 nahasiswa luar Kota Pontianak yang berkuliah di kota ini mendaftar untuk diberikan bantuan. Hingga Senin (13/4) sedikitnya sudah 100 paket yang telah tersalurkan. Pihaknya saat ini masih membuka donasi dari pihak manapun yang ingin berpartisipasi. Dia menargetkan pada tahap pertama ini, dapat menyalurkan kepada sekitar 500 mahasiswa.

“Semoga semua mahasiswa terdampak yang membutuhkan bisa mendapat bantuan dari donatur. Jangan sampai ada mahasiswa yang tidak makan gara-gara stok makanan mereka habis,” jelas dia. (sti)

error: Content is protected !!