Berita Burung dan IT

Oleh ; DR. Hadi Suratman

Bicara tentang informasi, berita, ataupun kabar dari sesuatu kepada sesuatu dalam hal ini orang (Personale), kelompok dan masyarakat luas betul betul mengalami masa yang sungguh luar biasa.

Kita sebut saja masa Milenia, atau yang sekarang ini lebih keren dengan sebutan Revolusi Industri. kita dihebohkan dengan berita kesiapan dan kesiapan pemerintah menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang sebenarnya sudah masuk dan kita praktekkan.

Maraknya ekspansi dunia digital dan internet ke kehidupan masyarakat, terutama dalam lima tahun terakhir menimbulkan pertanyaan.

Pertanyaannya tersebut adalah “kesadaran” pemerintah terhadap Revolusi Industri ke 4 ini apakah memang benar-benar pemerintah dalam posisi stand by atau baru persiapan?

Atau hanya kita nikmati masanya dengan tanpa menjadikannya suatu perubahan, atau hanya dikenal saja bahwa masa atau zaman tersebut telah dan pernah ada di dunia.

Semuanya tergantung informasi, sebut saja pada masa lalu. Orang masa lalu tidak mengenal Koran, atau berita online seperti sekarang ini, sebut saja” berita burung” Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti berita burung adalah berita yang belum jelas benar tidaknya. Benar tidaknya berita burung masa lalu melahirkan beberapa generasi kedepan seperti masyarakat Tradisional, Masyarakat Agraris, masyarakat Industri, dan masyarakat yang bersentuhan dengan Teknologi Informasi (IT), sehingga ada sebutan jika masyarakat yang menguasai IT disebut sebaai menguasai dunia (Kredo).

Sehingga dalam tulisan ini saya katakana bahwa berita burung telah menjadikan bangsa ini seperti kita sekarang.
Mari kita pahami informasi pada masa Agraris dan Industri.

Pada masyarakat ini berperan juga untuk menjadikan suatu masyarakat semakin maju dan lebih cerdas. Informasi yang didapat melalui Surat Kabar atau Koran. Menurut Onong Uchjana Effendy, “Surat kabar adalah lembaran tercetak yang memuat laporan yang terjadi di masyarakat dengan ciri-ciri terbit secara periodik, bersifat umum, isinya termasa dan aktual mengenai apa saja dan dimana saja di seluruh dunia untuk diketahui pembaca.

Pada fase ini orang sudah bertanggung jawab secara formil, artinya segala sesuatu yang berkaitan dengan informasi harus melalui prosedur tertentu dengan beberapa ketentuan, dan bahkan tidak semua orang bisa membuat perusahaan media, dan bahkan tidak semua informasi tulis dan verbal dapat terpublikasikan.

Hal ini dikarenakan para raja media melalui krunya banyak memberi syarat tertentu, artinya jika perusahaan tidak mau menerbitkan berita tersebut bisa terjadi. Namun sebaliknya berita yang tidak bisa dipublikasikan bisa terpublikasikan dengan syarat syarat tertentu.

Pada fase ini media dijadikan suara kelompok, kekuatan politik, dan bahkan corong pemerintah dalam menyampaikan keinginannya. Fase ini juga sifat demokrasi dikembangkan, artinya UU menjamin dengan hak jawab, dan bahkan bisa berakibat hukum.

Zaman terus berubah tanpa melihat kebelakang, semuanya siapa saja bisa tertinggal dengan zaman yang terus lari dengan kencangnya. Masa tradisional, Agraris, masa industri, hingga sampai pada masa milenia yang menjamah ke masa Revolusi Industri 4.0. Fase masa tersebut memerlukan informasi.

Kita mengenal Berita Online, dan bahkan sudah menjadi atmosfir dibelahan dunia manapun. Masa ini masa yang tidak terlepas dari berita online. Berita online adalah jenis baru berita setelah berita yang tersaji di media cetak (koran, majalah) berupa teks dan gambar dan di media penyiaran (radio, televisi) berupa audio dan video, termasuk berita burung tadi. Berita online bisa memadukan teks, audio, dan video (multimedia).

Jika kita memahami makna dari berita online tadi, maka kita akan membahas segala permasalahannya. Permasalahan tersebut adalah dari informasi yang sampai kepada pembaca sebagai penikmat berita. Lalu kenapa timbul permasalahan? Mungkin kita lebih pada esensi beritanya.

Lahirnya UU ITE Nomor 11 tahun 2008 sebenarnya suatu kekhawatiran pemerintah. Hal ini dikarenakan esensi beritanya yang mungkin berbahaya, sebut saja HOAX, penghinaan dan lainnya. Pasal 27 ayat 3 UU ITE menyebut melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Pasal 27 ayat 3 UU ITE yang biasa disebut dengan oleh beberapa kalangan disebut “pasal karet” dan sangat berbahaya ( Tulisan terdahulu disebut lebih berbahaya dari UU Subversi) jika salah menerapkannya. Bahaya dimaknai terlebih lagi jika diterapkan oleh pihak-pihak yang tak paham soal dunia maya.

Selain itu, pasal tersebut juga bisa digunakan dengan mudah untuk menjerat orang-orang demi membungkam kritik.

Berita online tidak hanya oleh lembaga resmi dari media, namun masyarakat biasa yang plural emosi, plural kepentingan, plural budaya mungkin memberikan sumbangan semakin semerawut berita yang dihasilkan.

Baru baru ini kita melihat Tim Dokter Dunia yang menyatakan Covid-19 tidak bahaya, akhirnya ditangkap karena dianggap membahayakan.

Bagi Indonesia yang namanya berita bohong (HOAX) sudah extra ordinary, semua boleh membuat berita, konten dengan berbagai ide dengan tanpa memikirkan akibatnya. Padahal UU telah menjadikan para pembuat berita HOAX sebagai sasaran untuk dikenai sanksi.

Bahkan perbuatan tersebut dianggap sebagai kejahatan (MISDRIFF), namun tanpa ada yang mampu membatasi berita bohong (HOAX) benar benar mampu membalikkan pemikiran sehat untuk berpikir yang tidak konstruktif, mudah percaya, mudah reaktif dengan resiko yang luar biasa.

Jika pada masa berita burung dengan penuh kesederhanaan mampu memberikan informasi baik dengan pemahaman sederhana mampu menciptakan masa dari generasi tradisional sampai ke Agraris, kemudian dari masa Agraris sampai pada fase industri dengan media konvensional dalam bentuk Koran mampu menciptakan masa milenia dan IT, lalu bagaimana masa IT ini akan menciptakan masa berikutnya. Semua bertanggung jawab atas masa depan untuk lebih baik , dengan demikian kita harus mampu membuat dan menyebarkan informasi yang baik. “SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA” 28/10/2020. (*)

error: Content is protected !!