Cerita Anggota DPR RI ke Pedalaman Kalbar
Berjam-Jam Di atas Perahu Kelotok, Demi Suksesnya Vaksin COVID-19

Adrianus Asia Sidot bersama tim turun ke pelosok pedalaman Kalbar dengan memakai perahu kelotok menyukseskan program vaksin COVID-19.

Program Pemerintah RI mewujudkan herd immunity (kekebalan alami), terus digulirkan. Tidak hanya bagi masyarakat perkotaan, warga pelosok Kalimantan Barat juga harus merasakan manfaat dari vaksin COVID-19 tahap 1 dan 2. Adalah Adrianus Asia Sidot, anggota DPR RI dari Komisi X Fraksi Partai Golkar dapil Kalbar II sebagai pelopor, sekaligus menerobos ke pedalaman Kalbar. Seperti apa kegiatannya ?

Deny Hamdani, Desa Kampuh.

Wajah Adrianus Asia Sidot bersama istri, tampak masih lelah. Bersama ajudan dan beberapa pengurus partai tingkat daerah, pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa terus menuju ke pedalaman Kalbar. Letak daerahnya yang jauh dan saling terpisah dengan infastruktur sulit, memaksa mereka harus melewati jalur air. Perahu Kelotok (kendaraan air wilayah pedalaman) menjadi sarananya menuju ke Desa Kampuh, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.

“Usai pelaksanaan vaksinasi di daerah Nanga Mahap, pada hari Jumat (19/11), untukm kegiatan hari minggunya giliran masyarakat di Desa Kampuh, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, mendapat kesempatan menerima vaksin COVID-19. Warga di sana juga menyambut gembira program pemerintah ini,” kata mantan Bupati Landak 2 periode ini.

Perjalanan dan akses menuju Desa Kampuh tidaklah mudah. di jangkau. Berbeda dengan jalur di Desa Nanga Mahap, sebelumnya. Jalur darat bisa dilewati. Sementara Desa Kampuh harus mempergunakan perahu kelotok. Itupun butuh waktu setidaknya 120-200 menit perjalanan di atas sungai kecil dan berbahaya.

Untuk menyukseskan program vaksin kalik ini, Adrianus ditemaninya istrinya, Dokter Grace Dirgahayu Tarigas Pabayo, pengurus DPD Partai Golkar Kalbar dari tim tenaga kesehatan dan anggota TNI. “Intinya kami memang sengaja menjemput bola mempercepat terbentuknya herd immunity secara nasional. Wilayah pelosok atau pedalaman Kalbar dengan lokasi sulit sekalipun, harus merasakan vaksin COVID-19 ini,” ucapnya.

Sasaran vaksin di Desa Kampuh selain masyarakat umum, juga menyentuh para siswa-siswi yang berusia 12 tahun ke atas. Harapan para pelajar sudah divaksin untuk membantu program tatap muka yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek, sebagai mitra Komisi X DPR RI.

Politisi Golkar hobi offroad ini, menambahkan bahwa sebagai wakil rakyat di senayan terjun atau turun langsung ke lapangan menjangkau daerah tersulit sekalipun, bukanlah halangan. Justru menjadi motivasi agar kekebalan herd immunity benar-benar lahir di wilayah pelosokm juga. “Ini adalah tugas seluruh elemen anak bangsa,” katanya.

Terpisah , Nasarudi, Kepala Desa Kampuh menyambut gembira terselenggaranya program vaksin COVID-19 ini. Shingga warga tidak perlu lagi pergi jauh ke desa sebelah hanya untuk melaksanakan vaksin tahap 1 dan 2. Aksi jemput bola ini dirasakan sekali manfaatnya dalam membantu masyarakat di Desa Kampuh.

Untuk program suntik vaksin, sebanyak 589 dosis vaksin Pfizer bisa terdistribusikan dengan baik.

Dokter Grace sendiri juga ikut mendorong masyarakat supaya tidak takut divaksin dan melupakan hoax-hoax bertebaran terkait vaksin. “Meskipun tidak seratus persen kebal terhadap virus COVID-19, tapi jika divaksin tubuh kita minimal memiliki pertahanan diri. Sehingga jika terpapar virus tidak sampai fatal akibatnya,” ucapnya.(den)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!