Berkalung Botol Air Zamzam, Disemprotkan Kalau Panas, Diminum Kalau Haus

Melihat Aktivitas Calon Jemaah Haji di Tanah Suci Makkah

Calon jemaah haji (CJH) mulai memasuki Makkah sejak Minggu (14/7). Mereka langsung beribadah intensif di Masjidilharam. Sayangnya, masih banyak yang tidak memakai masker dan membawa botol atau penyemprot air. Imbauan pakai masker dan sering minum terus digencarkan petugas pendamping karena suhu udara di Makkah panas dan berdebu.

M. Hilmi Setiawan, MAKKAH

KEPALA Seksi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Muhammad Imran mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi masing-masing. “Jika beraktivitas di luar hotel jangan lupa menggunakan alat pelindung diri,” katanya kemarin (16/7). Alat pelindung diri itu tidak hanya botol atau penyemprot air. Tetapi juga masker dan payung.

Dia mengatakan, seluruh petugas haji sebaiknya selalu mengingatkan jemaah untuk menggunakan masker serta membawa botol air minum saat beraktivitas di luar hotel. Khususnya saat beribadah di Masjidilharam.

Imran menjelaskan, sampai kemarin ada tiga orang CJH yang menjalani rawat inap di KKHI Makkah. “Ada dua orang perempuan dan seorang laki-laki,” katanya. Mereka dirawat karena mengalami gangguan pernafasan. Tiga orang tersebut ditempatkan di ruang rawat inap biasa. Bukan ruang rawat inap intensif (ICU). Imran berharap jemaah segera sembuh dan bisa kembali ke rombongannya.

Di KKHI Makkah tersedia cukup banyak ruang perawatan. Tersedia 257 unit tempat tidur. Selain itu disiapkan 50,8 ton obat-obatan. Sekitar 80 persen dari obat-obatan tersebut diperuntukkan bagi KKHI Makkah. Sisanya untuk KKHI Madinah.

Kondisi di Masjidilharam sendiri kemarin siang sempat berdebu. Debu tersebut dibawa oleh angin yang bertiup di kawasan masjid. Kondisi tersebut ditambah dengan suhu yang mencapai 41 derajat Celcius. Dalam kondisi berdebu dan terik seperti itu, jemaah memang dianjurkan menggunakan masker dan membawa botol atau penyemprot air minum.

Seperti yang dilakukan oleh Nurfajri, jemaah 52 tahun asal Pekanbaru. Jemaah yang tergabung dengan kloter BTH 02 itu membawa botol air yang selalu dia kalungkan di dadanya. Botol tersebut ia isi dengan air zamzam yang banyak tersedia di kompleks Masjidilharam.

“Selain buat semprotan juga saya minum kalau haus,” katanya. Pria yang mendaftar haji pada 2011 itu baru selesai melakukan salat di pelataran tawaf Kakbah (mataf). Dia sedang menunggu istrinya yang bernama Murliyanti. Seperti diketahui, selama pelaksanaan salat wajib, jemaah laki-laki dan perempuan dipisah di Masjidilharam.

Imbauan supaya sering minum air juga diserukan Kepala Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj) Eka Jusuf Singka. Dia bahkan tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi gerakan minum bersama dengan para jemaah. “Asupan air sangat diperlukan,” katanya. Sebab suhu di Makkah cenderung tinggi. Apalagi nanti saat puncak musim haji. Saat itu, suhu di Arafah bisa mencapai 50 derajat Celcius. Jemaah diminta jangan menunggu haus baru minum. Selain itu jemaah juga diminta tidak perlu takut untuk kencing. (*/oni)

Read Previous

Komitmen Tekan Intensitas Gangguan, PLN Bengkayang Laksanakan Program ‘Perang Padam’

Read Next

Gempa Landa Bali dan Sebagian Jatim, Puluhan Bangunan Hancur

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *