Bersiaplah Menyongsong Masa Transisi

FOTO BERSAMA: Para peserta Jambore Pusat Informasi Konseling Remaja Kabupaten Kayong Utara Tahun 2019 diabadikan bersama Sekda Kayong Utara Hilaria Yusnani dalam pembukaan kegiatan di Istana Rakyat, Senin (16/9). HUMAS FOR PONTIANAK POST

Jambore Pusat Informasi Konseling Remaja Kayong Utara

SUKADANA – Kawula remaja ke depan diharapkan mampu menjalani masa transisi kehidupan mereka. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kayong Utara Hilaria Yusnani saat membuka secara resmi kegiatan Jambore Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja Kabupaten Kayong Utara Tahun 2019 di Istana Rakyat, Senin (16/9).

Di hadapan 15 peserta, Hilaria memberikan motivasi, menyongsong masa transisi tersebut. Masa transisi yang dimaksud mantan Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara tersebut seperti melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat, dan mempraktikkan hidup sehat.

Kegiatan yang dibuka Sekda ini sendiri, diselenggarakan Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara ini merupakan ajang kreativitas generasi remaja (genre) yang ada di Kayong Utara. Kegiatan tersebut bertemakan Reaction Genre to Educate Your Action yang bertujuan untuk mencegah terjadinya seks bebas, pernikahan dini, dan kenakalan remaja.

Dalam sambutannya, Sekda mengatakan bahwa Genre merupakan perpanjangan tangan BKKBN, dalam menyosialisasikan program generasi berencana. “Dengan terbentuknya Jambore Ajang Kreativitas Remaja tingkat Kabupaten Kayong Utara, ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas remaja dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan pada kelompok pusat informasi dan konseling remaja, serta generasi remaja merupakan perpanjangan tangan BKKBN dalam mensosialisasikan program generasi berencana guna untuk mengimbau para remaja, agar tidak melakukan seks pra nikah, pernikahan dini dan menjauhi narkoba,” ucap Sekda.

Kemudian Sekda berpesan kepada para peserta agar bisa merevolusi mental dan juga menjadi agent of change, serta bisa menjadi motivator dan rule model bagi remaja yang lain. “Pada kesempatan ini, saya berpesan kepada seluruh peserta harus bisa merevolusi mental dan juga bisa menjadi agent of change untuk membuat Indonesia semakin baik, serta bisa menjadi motivator dan rule model bagi remaja yang lain, sehingga Jambore PIK Remaja ini menjadi sangat penting dan berguna bagi negeri ini,” pesannya.

Selanjutnya terkait dengan hal ini, Sekda menjelaskan bahwa permasalahan terjadinya seks bebas, pernikahan dini, dan kenakalan remaja atau narkoba adalah  permasalahan yang sangat krusial dan sebuah ancaman yang besar untuk negara ini. Ditegaskan dia, harus ada campur tangan pemerintah dan masyarakat dalam menangani permasalahan tersebut.

Untuk diketahui, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Furum Genre Provinsi Kalimantan Barat Setiadi sekaligus sebagai narasumber, Ketua TP-PKK Kabupaten Kayong Utara, serta diikuti oleh sebanyak 150 peserta yang terdiri dari 30 sekolah yaitu SLTP dan SLTA dari enam kecamatan yang ada di Kayong Utara. (dan/Humas)

Read Previous

MTQ 2020, Prestasi Ketapang Diharapkan Meningkat

Read Next

Melawan Hantu Tandang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *