Bersihkan Sampah di Sungai Kapuas Saat Hari Armada

SINERGI: Jajaran Lantamal XII Pontianak bersama Forkopimda Kalbar bersinergi membersihkan Sungai Kapuas dalam rangka merayakan Hari Armada 2019. SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST  

Jaga Sungai Tetap Bersih untuk Menghindari Wabah Penyakit

Sungai Kapuas merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir. Namun bagaimana jika air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tersebut kotor karena sampah? Tentu hal itu dapat berdampak besar terutama untuk kesehatan. Untuk menanggulangi hal tersebut, Lantamal XII Pontianak bersinergi dengan Forkopimda Kalbar membersihkan sampah-sampah yang ada di Sungai Kapuas dalam peringatan hari armada 2019.

Sigit Adriyanto, Pontianak

Memperingati Hari Armada tahun 2019, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (TNI-AL) menggelar kegiatan bersih-bersih sampah di Sungai Kapuas, baru-baru ini.  Kegiatan yang mengusung tema “Ayo Peduli, Laut dan Sungaiku Terbebas dari Sampah” tersebut juga mendapatkan dukungan penuh masyarakat, khususnya kaum nelayan yang turut andil dalam kegiatan tersebut.  Dalam hal ini, Lantamal XII Pontianak turut mengajak berbagai stakeholder termasuk jajaran TNI-Polri, serta jajaran Forkopimda, mulai Kapolda Kalbar, Gubernur yang diwakili Dinas Lingkungan Hidup, Ketua Koni, dan beberapa tokoh masyarakat.

Danlantamal XII Pontianak Laksamana Pertama TNI Agus Hariadi mengatakan, kegiatan tersebut segaja digelar dalam rangka hari Armada RI. “Sesuai dengan petunjuk pimpinan, kita  melaksanakan berbagai kegiatan bakti sosial, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Salah satunya bersih-bersih Sungai Kapuas,” katanya.

Sebelum dilakukan pembersihan, Lantamal XII Pontianak terlebih dahulu melaksanakan survei. Dalam survei tersebut, kata dia, masih didapati  berbagai jenis sampah, termasuk sampah plastik dan limbah masyarakat yang hanyut di aliran Sungai Kapuas. “Semuanya ngumpul jadi satu di sana. Jelas sangat mengganggu,” jelasnya.

Kondisi tersebut menurutnya sangat tidak layak untuk dibiarkan. Karena dapat mengganggu kesehatan apabila tidak dijaga keberhasilannya, sehingga pada hari Armada tersebut dilakukan kegiatan bersih-bersih sampah di Sungai Kapuas.   Selain bersih-bersih sampah di Sungai Kapuas, pada saat bersamaan Lantamal XII Pontianak juga melaksanakan kegiatan donor darah, dan lomba mewarnai untuk anak-anak. Selain itu, dia mengungkapkan animo masyarakat juga sangat tinggi terhadap kegiatan ini.

Tecatat, sekitar 200 peserta telah mendaftar untuk melaksanakan donor darah dan puluhan anak dari berbagai taman kanak-kanak yang ikut lomba mewarnai, serta puluhan nelayan yang dengan sigap membantu membersihkan sungai kapuas.  “Selain ketiga kegiatan ini, sebelumnya jajaran Lantamal XII Pontianak juga telah melaksanakan kegiatan perapian di beberapa taman yang ada di sekitar Kota Pontianak. Mulai dari pengecatan, hingga perapian pohon-pohon di taman-taman yang ada,” ungkapnya.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, dirinya berharap dapat menginisiasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bersama sama membangun Kalbar dan Kota Pontianak khusnya, agar lebih sehat, dan bahagia.  “Itu harapan kita,” harapnya. Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menilai kegiatan yang diusung oleh jajaran Lantamal XII Pontianak ini sangat positif, terutama untuk mengatasi masalah kebersihan Sungai Kapuas. Dia juga mengapresiasi langkah Lantamal XII Pontianak karena telah menjadi inisiator untuk mengkampanyekan kepada seluruh stakeholder maupun masyarakat untuk bersama menjaga Sungai kebanggaan warga Pontianak ini.

“Tak hanya stakeholder terkait, tapi langkah tepat juga telah dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk bersama menjaga kebersihan Sungai Kapuas,” ujarnya. Dia menuturkan, dengan membersihkan sampah yang ada di sungai kapuas tentu juga berdampak besar bagi kehidupan masyarakat kedepan, terutama masalah kesehatan. Terlebih, sambungnya, hasil dari pembersihan sampah yang telah dilakukan bisa dilihat tumpukan sampah yang ada di aliran Sungai Kapuas membumbung tinggi di kapal-kapal penampung sampah. “Karena lingkungan yang kotor bisa jadi wabah penyakit. Tentu ini jadi perhatian, khususnya bagi warga kita yang tinggal dan kehidupannya bergantung pada Sungai Kapuas,” tuturnya.

Dia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar kedepan lebih dapat memperhatikan sekaligus peduli dengan kebersihan Sungai Kapuas dari sampah. Menurutnya hal ini menjadi kepentingan bersama. “Seperti yang kita tahu, kita punya Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Itu harus kita rawat bersama, karena tak mungkin hanya bisa mengandalkan satu pihak atau satu sektor saja. Terutama dukungan dari seluruh masyarakat,” pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!