BI Kalbar Implementasikan QRIS

LUNCURKAN QRIS : Kepala KPw BI Kalbar, Prijono, didampingi Perwakilan BMPD Kalimantan Barat, M Farid Marof, saat meluncurkan QRIS di Kalimantan Barat, Minggu (17/8).

Pembayaran Bakal Gunakan Satu QR Code

PONTIANAK – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Standar QR Code yang diluncurkan tepat pada 17 Agustus 2019 itu, akan berlaku secara efektif mulai 1 Januari 2020. Kantor Perwakilan (KPw) BI Kalimantan Barat (Kalbar) segera mengimplementasikan hal tersebut pada semua marcant yang ada di provinsi ini.

“Peluncuran QRIS bertepatan dengan dengan HUT ke–74 Kemerdekaan RI secara serentak di Kantor Pusat Bank Indonesia dan 45 Kantor Perwakilan lainnya, termasuk di Kalimantan Barat,” ungkap Kapsulani, selaku Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Layanan Administrasi, KPw BI Kalbar, Rabu (31/8).

Dijelaskan dia, Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019. Implementasi QRIS secara nasional efektif tanggal 1 Januari 2020, guna memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

QRIS disusun Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan menggunakan standar internasional EMV Co, yaitu lembaga yang menyusun standar internasional QR Code untuk sistem pembayaran dalam mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara. “Sehingga, yang dulu satu merchant punya masing-masing QR Code yang disediakan oleh PJSP, nanti hanya akan ada satu QR Code saja. Inilah yang kita sebut QRIS,” kata dia.

Untuk tahap awal, lanjut dia, QRIS fokus pada  penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) dimana penjual (merchant) yang akan menampilkan  QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli ketika melakukan transaksi pembayaran. Sebelum siap diluncurkan, spesifikasi teknis standar QR Code dan interkoneksinya telah melewati uji coba (piloting) pada tahap pertama pada bulan September hingga November 2018 dan tahap kedua pada bulan April hingga Mei 2019.

Untuk saat ini, dikatakan dia, ada 29 PJSP yang beroperasi di Indonesia, dengan 15 diantaranya sudah bergabung di QRIS. Ke depannya, 14 PJSP yang belum, dipastikan akan bergabung sebelum pemberlakukan QRIS secara efektif pada 2020 mendatang. Untuk di Kalbar, penerapan QRIS,  diakuinya masih dalam tahapan sosialisasi ke pengguna maupun merchant. “Karena baru diluncurkan, untuk saat ini memang belum ada merchant yang menerapkan QRIS. Tetapi nanti perkembangannya pasti akan ada,” jelas dia.

Kapsulani menambahkan, QRIS mengusung semangat UNGGUL (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung), bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia Maju. QRIS UNGGUL mengandung makna, yaitu UNiversal, penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri.

“Gampang, masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel. Untung, transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi, dan Langsung, transaksi dengan QRIS langsung terjadi, sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran,” pungkas dia. (sti)

Read Previous

Kemarau Panjang dan Hama Bikin Gagal Panen

Read Next

Hotel Orchardz Pontianak Resmikan Grand Ballroom Cattleya

Tinggalkan Balasan

Most Popular