Bisnis Perhotelan Kembali Bergairah

PENGECEK OTOMATIS : Seorang pengunjung saat memasuki pengecek suhu otomatis di Hotel Aston Pontianak, Kamis (10/9). SITI/PONTIANAK POST

Okupansi Juli-Agustus Naik

PONTIANAK – Bisnis perhotelan di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali bergairah seiring dengan relaksasi aktivitas masyarakat yang sebelumnya sempat dibatasi. Tingkat hunian atau okupansi hotel mulai menunjukkan kenaikan. Berbagai kegiatan bisnis dan pemerintahan yang memanfaatkan jasa hotel juga mulai aktif digelar, meski dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Bulan Agustus kemarin mulai ada peningkatan. Tingkat okupansi Hotel Aston mencapai 50 persen,” kata General Manager Hotel Aston Pontianak, Anto W Soemartono, Kamis (10/9).

Menurutnya, okupansi hotel pada Agustus adalah yang terbaik sejak pandemi Covid-19 melanda Kalbar. Sejak diberlakukannya pembatasan-pembatasan, kata dia, sektor perhotelan menjadi salah satu sektor yang paling berdampak. Hunian hotel anjlok, dan aktivitas pertemuan yang menggunakan jasa hotel turun drastis. Pihaknya bahkan sempat mengalami kesulitan keuangan.

Sejak saat itulah, lanjut dia, hotel secara ketat menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan Covid-19. Hotel Aston Pontianak, berkomitmen menjalankan berbagai upaya untuk mencegah potensi penularan Covid-19 di lingkungan hotel. Selain aturan standar seperti pengecekan suhu tubuh dan menjaga kebersihan secara berkala, para karyawannya juga diwajibkan menggunakan pengaman standar. Dengan upaya pencegahan itu, dia berharap aktivitas di perhotelan dapat berjalan dengan aman.

“Kami sudah ada pendeteksi suhu otomatis, serta kebersihan yang secara berkala selalu dijaga, terutama di kamar dan titik-titik yang rawan terjadi penularan. Karyawan kami menggunakan pengaman seperti sarung tangan, masker, dan penutup wajah. Satu bulan sekali, para karyawan juga dilakukan rapid test,” tutur dia.

Kendati begitu, aktivitas perhotelan memang belum bisa kembali normal seperti sedia kala. Sejumlah peraturan mengatur beberapa pembatasan, semisal pengurangan kapasitas orang dalam ruangan pertemuan, pengaturan jarak kursi agar tidak terlalu berdekatan, serta sederet aturan lainnya. Pembatasan ini baginya tidak terlalu dipermasalahkan mengingat kondisi belum kembali normal. Dia pun meminta kerja sama pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Para pengunjung yang datang diharapkan juga taat terhadap protokol kesehatan selama berada di hotel,” tutup dia.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat tingkat hunian hotel di Kalimantan mulai mengalami peningkatan. Kepala BPS Kalbar, Muh Wahyu Yulianto mengatakan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di Kalbar pada Juli 2020 sebesar 31,65 persen, atau naik 10,81 poin dibandingkan Juni 2020 sebesar 20,84 persen.

“Hotel bintang 4 menempati urutan tertinggi dengan TPK 40,56 persen diikuti dengan Hotel bintang 1 yaitu 30,32 persen, kemudian diikuti hotel bintang 3 dengan TPK 28,30 persen, sedangkan Hotel bintang 2 menempati urutan terendah dengan TPK 21,70 persen,” kata  Wahyu.

Sementara untuk rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Kalbar pada Juli 2020, menurut data BPS, adalah selama 1,49 hari, atau naik 0,03 hari dibandingkan Juni 2020, selama 1,46 hari.  Adapun rata-rata lama menginap tamu asing Juli 2020 tercatat 2,94 hari, lebih lama 1,46 hari dibandingkan tamu Indonesia 1,48 hari, sedangkan Juni 2020 tercatat 1,99 hari, lebih lama 0,53 hari dibandingkan tamu Indonesia 1,46 hari. (sti)

loading...