Bisnis Provider Tidak Imun Terhadap Covid-19

TAMBAH: XL telah melakukan penambahan jumlah BTS guna meningkatkan kapasitas data menjadi lebih tinggi. FOTO : ISTIMEWA

PONTIANAK – Industri telekomunikasi nasional ternyata tidak terlalu menikmati keuntungan pada masa work from home di periode Covid-19 ini. Direktur Utama PT XL Axiata Tbk (EXCl) Dian Siswarini menyebut, pelanggan data pribadi memang meningkat sebesar 15 persen. Tetapi pihaknya kehilangan pemasukan yang cukup besar dari pangsa korporat dan perkantoran.

“Industri telekomunikasi tidak imun dari Covid-19. Ada penurunan daya beli dan karena ada yang kehilangan pekerjaan jadi tidak bisa perbarui layanan internet,” kata Dian dalam menjawab pertanyaan reporter Pontianak Post, kemarin.

Selain itu penurunan daya beli masyarakat yang terjadi sejak pandemi juga terjadi pada daya beli pada perusahaan telekomunikasi. Banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan membuat permintaan data paket terentu juga terdampak. “Daya beli jelas berpengaruh terhadap pembelian paket data,” ujarnya.

Pihaknya juga merespon soal ketidakpastian ekonomi pada masa Covid-19 dan masa pemulihannya kelak. Menurutnya semua sektor pasti akan berhati-hati dalam melakukan investasi dan ekspansi usaha. Namun pihaknya tetap berkomitmen untuk melanjutkan proyek jaringan 5G di Indonesia.

“Jaringan 5G adalah proyek jangka panjang kami. Walaupun Covid-19 ini tidak tahu kapan berakhirnya, kami akan tetap berinvestasi di sana dan juga tetap memperluas jaringan fiber kami. Kami tinggal menunggu alokasi spektrum 5G yang dikeluarkan pemerintah,” papar dia.

Sebelumnya, Chief Technology Officer XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan kenaikan traffic sudah mulai terjadi sejak masyarakat mulai melakukan work from home (WFH). Kenaikan mencapai 15%, kenaikan tersebut tak pernah terjadi sebelumnya.

“Di awal pendemi seminggu kenaikan traffic week on week 15%. Jadi sangat tidak pernah tren seperti itu, minggu ketiga masih ada kenaikan tapi flat. Ditambah 5%-10% ada effect ramadan. sebelum Covid-19 dan ramadhan 20-25%. itu antara Covid-19 dan ramadhan tren traffic di telko, terutama data berbeda dari tahun sebelumnya,” katanya di kesempatan yang sama.

Untuk mengantisipasi kenaikan data lebih lanjut, XL telah melakukan penambahan jumlah BTS guna meningkatkan kapasitas data menjadi lebih tinggi ketimbang dengan target yang telah dibuat untuk tahun ini.

Dia menjelaskan, sebelumnya perusahaan menargetkan akan menambah sebanyak 18.000 BTS di tahun ini, namun karena terjadi peningkatan data yang lebih tinggi, penambahan ini ditingkatkan menjadi 24.000 BTS untuk tahun ini saja. Upgrade site ada tambahan 6.000 BTS tahun ini, on top of original plan 18.000. Jumlah ini lebih besar dari tahun lalu. (ars)

loading...