BKPSDM Sesalkan Banyak Peserta tak Datang

PENYELENGGARAAN SKD: Sejumlah peserta seleksi CPNS Pemkab Kapuas Hulu saat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar yang berlangsung di SMA Negeri 1 Putussibau di hari ketiga, kemarin (24/2). ISTIMEWA

SKD Penerimaan CPNS Pemkab Kapuas Hulu

PUTUSSIBAU – Meskipun sudah berlangsung sejak Sabtu (22/2) lalu, ternyata banyak peserta penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu yang tidak hadir dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang digelar di SMA Negeri 1 Putussibau, kemarin (24/2). Hal tersebut diungkapkan Joni Orba, kepala Seksi Kepangkatan Pensiun dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kapuas Hulu.

Padahal sejak awal mereka telah mengingatkan kepada para peserta SKD CPNS 2019 agar tidak terlambat saat mengikuti tes. “Hingga hari ketiga ini masih banyak yang tidak hadir mengikuti tes,” aku Joni.

Lebih lanjut Joni menyampaikan, pada hari pertama SKD, sekitar sebelas peserta yang tidak datang, sementara di hari kedua tercatat 14 orang yang tidak hadir. Ketidakhadiran tersebut, diakui dia, masih terjadi di hari ketiga di mana terdapat tiga orang dalam catatan mereka.

“Saya sesalkan juga kenapa peserta tes CPNS 2019 ini tidak hadir, padahal mereka sebelumnya sudah susah payah mendaftar untuk ikut tes ini,” ucapnya.

Padahal, kata Joni, saat peserta datang mengambil kartu tes CPNS, mereka sudah mengingatkan agar peserta datang lebih awal sebelum tes dimulai. “Kita ingatkan sebelumnya agar mereka ini datang satu jam sebelum tes, karena banyak proses yang harus mereka lalui,” bebernya.

Ditambahkan Joni, pelaksanaan tes SKD ini berlangsung sepanjang 22 – 27 Februari, di mana dalam satu hari diikuti sekitar 500 peserta yang dibagi ke dalam lima sesi dan setiap sesi akan diikuti 100 orang. “Yang ikut tes SKD total 2.954 peserta, sementara yang dicari formasi 148,” terangnya.

Joni menjelaskan, sebelum mengikuti tes ini, para peserta harus melalui beberapa tahap. Digambarkan dia bagaimana para peserta harus memulai dari ketika datang pertama kali, mereka harus menuju ruang registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor pin. “Nomor pin inilah yang akan digunakan mereka untuk ujian,” tuturnya.

Selanjutnya kata Joni, jika peserta mengukuti ujian ini, mereka mesti masuk ke ruangan steril. Dikatakan dia bahwa di ruangan tersebut mereka diperkenankan hanya membawa kartu peserta dan kartu identitas saja. Dijelaskan dia bahwa pada ruang steril tersebut, para peserta akan diperlihatkan terlebih dahulu mengenai tutorial pengisian soal dan lainnya kurang lebih 9 menit. “Namun sebelum masuk keruangan steril, peserta diperiksa dengan menggunakan alat metal detektor,” ucapnya.

Setelah itu, menurut Joni, nantinya ada pengawas yang menjemput peserta ketika masa dimulainya tes. Para peserta, kata dia, hanya diberikan waktu 90 menit di dalam ruangan.

“Jika waktu 90 menit itu habis laptop dan aplikasi akan mati sendiri dan peserta diperbolehkan pulang,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Suharto, koordinator SKD CPNS formasi 2019 Kapuas Hulu mengungkapkan, penyelenggaran tes CPNS 2019 ini sudah mulai ketat, tak terkecuali di  Kapuas Hulu. Bahkan, kata dia, dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) tes CPNS 2019 di Kapuas Hulu dipastikan melarang Panitia Seleksi Daerah (Panselda) masuk dalam ruangan ujian peserta.

“Kita tidak perkenankan, Panselda, masuk ke dalam ruangan ujian peserta, yang masuk hanya satu orang pengawas saja dari Panselnas,” katanya.

Dalam penyelenggaraan tes CPNS ini, jelas Suharto, Panselda memiliki batasan. Dia menambahkan bahwa mereka hanya mengurusi segala sarana dan prasarananya saja, seperti tempat ujian, penyediaan listrik, dan lainnya. Sementara Panselnas itu, dijelaskan dia, memiliki tugas menyiapkan server dari bank soal, kemudian melakukan pengawasan tes.

“Kami Panselnas dari BKN di sini ada enam orang, yang  terdiri dari satu orang koordinator, tiga pengawas dan satu admin, dan satu super admin,” jelasnya.

Suharto mengungkapkan bahwa tes CPNS sudah menggunakan sistem komputer alias computer assisted test (CAT). Penggunaan sistem CAT sendiri bahkan, dipastikan dia, sudah digunakan sejak beberapa tahun lalu, ketika pertama kali seleksi CPNS dibuka kembali.

Namun dengan adanya sistem CAT ini, dipastikan dia bahwa pemerintah menjamin jika seleksi CPNS lebih adil, bersih, objektif, transparan, kompetitif, dan bebas dari KKN. Dengan penggunaan sistem CAT ini juga diharapkan dia agar kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dalam perekrutan CPNS meningkat, sebab tidak ada lagi celah untuk titip-menitip.

“Bagaimana tidak, walaupun hanya sedikit yang mengawasi, namun tersedia juga monitor CCTV yang ada di ruang pengawas. Masing-masing peserta dapat diawasi dengan baik,” pungkasnya. (arf)

 

 

error: Content is protected !!