Bocah 5 Tahun Dicabuli

DITAHAN: Satuan Reskrim Polres Singkawang menahan pelaku (19), warga Pajintan Kecamatan Singkawang Timur. Pria ini mencabuli bocah 5 tahun. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Syahwat Naik Usai Nonton Video Porno

SINGKAWANG—Satuan Reskrim Polres Singkawang menahan seorang pria berusia 19 tahun, seorang warga di Kelurahan Pajintan Kecamatan Singkawang Timur. Pria lajang ini diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Saat ini pelaku kita amankan beserta barang bukti yang ada,” ungkap Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi melalui Kasat Reskrim AKP Tri Prasetyo AH saat menggelar konprensi press kasus tersebut di Mapolres Singkawang, Senin (7/10) kemarin. Terungkapnya kasus ini karena laporan masuk ke polisi yang berasal dari orangtua korban. Orangtua korban melaporkan kejadian ke polisi 2 Oktober 2019 lalu. Laporan orangtuanya ini sebelumnya diawali adanya curahatan hati korban ke orangtuanya.

Korban curhat kepada ibunya karena ngompol. Namun, bersamaan dengan itu keluar cairan yang mengeluarkan bau tidak sedap dari kemaluan korban. Keluarga kobran pun melakukan pengecekan terhadap korban ke dokter.

Setelah di cek ternyata terdapat infeksi jamur pada bibir kemaluan korban. Dari kejadian ini, orangtua korban bertanya siapa yang menggangu kemaluannya. Korban pun menyebut sebuah nama sebagai pelaku pencabulan atas dirinya. Atas hal inilah orangtua korban melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Polres Singkawang.

Ironisnya korban adalah anak gadis yang masih berusia 5 tahun.

Selain curhat terkait kondisi kesehatannya, korban juga menyampaikan bahwa aksi bejat pelaku tersebut diduga dilakukan sekira bulan September 2019. Entah apa yang merasuki pelaku sehingga tegas melakukan aksi cabul ke anak perempuan yang masih sangat belia tersebut.

Menurut Kasat Reskrim sesuai bersadarkan pengakuan pelaku, bahwa pencabulan tersebut dilakukan hanya sekali. Dimana pencabulan dilakukan pelaku kepada korban di rumah nenek korban di Kelurahan Sedau.

“Jadi pelaku ini menyuruh korban melihat video dalam ponselnya. Korban pun ikut menonton video tersebut yang berbau porno,” katanya. Usai itu, pelaku pun melancarkan aksinya melakukan hal tak senonoh kepada korban. Atas perbuatannya, polisi mengenakan pasal 82 UU 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak, dengan ancaman kurungan hingga belasan tahun penjara.

Oleh sebab itu, kata Kasat, pihaknya mengimbau kepada siapapun, orangtua khususnya senantiasa mengawasai pergaulan anak-anaknya jangan sampai kejadian seperti ini terulang.

Sementara itu, pelaku saat ditanya, mengaku menyesal hanya menggangguk-anggukkan kepala sambil menyampaikan penyesalannya. Saat ditanya mengapa dilakukan. Pelaku sempat terdiam sejenak. Namun ia mengatakan korbanlah yang menaiki dirinya, usai dia dan sang anak menonton film dewasa tersebut. (har)

Read Previous

16 Kapal Ditenggelamkan

Read Next

Obat Tradisional Lebih Cepat dan Mudah Diperoleh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *