Bocah Dilaporkan Hilang, Ternyata Ingin Jumpa Ortu

PONTIANAK – Bocah perempuan berusia sepuluh tahun, yang sempat dikabarkan hilang di Kecamatan Pontianak Barat ditemukan pada Kamis (12/6) malam. Bocah itu ditemukan di rumah sepupu dari mendiang ibunya di Jalan Pramuka, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Abdullah mengatakan, pada Kamis, 13 Maret 2020 sekitar pukul 09.30, polisi menerima laporan orang hilang yang disampaikan oleh Fatimah Fitriani. Kepada petugas piket, pelapor menyampaikan jika keponakannya tidak kembali ke rumah.

“Fatimah ini merupakan keponakan dari orangtua angkat korban,” kata Abdullah, Jumat (13/6).

Abdullah menerangkan, pada Selasa, 10 Maret 2020, keponakannya berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, namun ditunggu hingga pukul 12.00 tidak kunjung kembali. Pelapor kemudian menghubungi wali kelas untuk menanyakan keberadaan keponakannya.

Abdullah mengatakan, dari keterangan wali kelas, seluruh murid kelas tiga sudah pulang dari pukul 11.00 dan sudah tidak ada murid di sekolah.

“Akhirnya setelah dua hari hilang, bibi korban melaporkan kejadian itu ke kami,” ucapnya.

Setelah menerima laporan, Abdullah menambahkan, polisi langsung melakukan penyelidikan, berkoordinasi dengan pihak sekolah dan melakukan pengecekan kamera pengintai yang ada di sekolah.

“Dari pemeriksaan kamera pengintai, tidak ada rekan yang memerlihatkan keberadaan korban,” ungkapnya.

Abdullah mengatakan, karena tidak mendapat petunjuk, dilakukanlah pencarian korban di kediaman keluarganya di Jalan Kom Yos Sudarso. Namun dari pencarian itu, korban dikabarkan tidak pernah berada di lokasi.

Abdullah mengatakan, kemudian sekitar pukul 18.50 didapat informasi dari pelapor bahwa keponakannya sudah ditemukan di Desa Sungai Rengas.

Menurut Abdullah, berdasarkan informasi itu, pihaknya bersama pelapor langsung menuju lokasi keberadaan korban. Setibanya di alamat yang dimaksud, korban ditemukan sedang berada di rumah Marni, sepupu dari mendiang ibu angkatnya.

Abdullah menjelaskan, dari keterangan Marni bahwa pada Selasa, 10 Maret 2020 sekira pukul 14.00, ia mendapatkan telepon dari tetangganya di Gang Borobudur bahwa ada keponakannya. Dari informasi itu, Marni langsung menjemput korban untuk membawanya ke rumah.

“Dari keterangan Marni, keponakannya tahu alamat rumahnya karena pernah ditunjukan oleh mendiang ibu angkatnya. Saat itu mendiang ibunya menyampaikan jika ibu kandungnya juga tinggal di alamat yang sama,” ungkap Abdullah.

Abdullah menyatakan, bahwa dari keterangan Marni, benar orang tua kandung masih ada namun sudah berpisah. Korban berjalan sampai ke Sungai Rengas, diduga karena kelelahan mencari alamat orangtua kandungnya.

“Dari keterangan korban, ia ingin bertemu dengan orang tua kandungnya. Ia berusaha mencari namun tidak berhasil menemukan alamat orangtuanya,” papar Abdullah.

Abdullah menegaskan, dengan ditemukannya korban dan hasil keterangan yang didapat, bahwa hilangnya korban beberapa hari bukan karena penculikan. Tetapi karena mencari alamat orangtuanya. (adg)

error: Content is protected !!