Bocah Kelas 3 SD Tenggelam

EVAKUASI: Warga mengevakuasi korban dari sungai.OZY/PONTIANAK POST

SAMBAS – Kapolsek Teluk Keramat, Ipda Eko Zaenudin menegaskan kepada masyarakat untuk tidak mempercayai isu yang berkembang dimedia sosial, terkait kasus meninggalnya Keysa Pratama Putri (9), putri pertama pasangan suami istri, Joni Pratama dan Herlinda warga Dusun Simpang Empat RT 01 RW 01 Desa Simpang Empat Kecamatan Tangaran.

Awalnya, pada Senin (26/8), Keysa yang masih duduk di kelas 3 SD ini, dinyatakan orang tuanya, sejak sore hingga malam hari tak pulang ke rumah. Atas kondisi ini, orang tuanya pun memberitahukan kepada warga, dan sampai juga ke pihak kepolisian dan TNI. Lantas melakukan pencarian bersama-sama.

“Sekitar pukul 17.00 WIB, Keysa ini meminta uang ke ibunya, untuk membeli es. Kemudian dikasih, namun hingga pukul 19.00 wib, anaknya juga tak kunjung pulang ke rumah,” kata Rico, warga setempat, Selasa (27/8).

Lantaran hingga malam belum juga pulang, orang tua korban kemudian bertanya kepada warga sekitar dan meminta bantu untuk melakukan pencarian.

“Atas informasi tersebut, hampir warga satu dusun membantu mencari Keysa. Mencari dibelakang rumah, samping rumah sampai di bawah rumah kemudian dilingkungan dusun, juga tidak ketemu,” katanya.

Pencarian dilanjutkan hingga Selasa (27/8) pagi. Akhirnya, sekitar pukul 09.20 WIB, ada warga yang melapor menlihat jenazah di sebuah sungai kecil di wilayah Sungai Betung Desa Semata Kecamatan Tangan atau desa yang berbatasan dengan Simpang Empat.

Kapolsek Teluk Keramat, Ipda Eko Zaenudin membenarkan adanya informasi tersebut. Kemudian kepolisian jajaran Polsek Teluk Keramat, kemudian Koramil Sekura datang ke lokasi penemuan jenazah.
Petugas kepolisian dan TNI, kemudian turun ke sungai kecil tersebut, untuk mengambil jenazah, yang kemudian dibenarkan jika itu adalah jenasah Keysa Pratama Putri. Berdasarkan keterangan yang didapatkan pihak kepolisian, dua warga yang pertama kali melihat, saat keduanya sedang di kebun dan ingin mencuci tangan.

Saat ditemukan, kondisi korban tertelungkup. Kemudian diangkat, untuk selanjutnya dibawa ke Puskesmas Tangaran guna mendapatkan pemeriksaan awal atau pemeriksaan luar.

“Hasil pemeriksaan, seperti disampaikan dokter Puskesmas Tangaran, tak ditemukan bekas-bekas penganiayaan ditubuh korban. Kemudian pakaian yang dikenakan juga masih utuh,” kata Kapolsek Teluk Keramat usai datang ke rumah duka. Dan keterangan dokter, diperkirakan Keysa sudah meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

“Saat dibawa ke Puskesmas, dokter menyatakan korban sudah meninggal, bahkan sudah sekitar 12 jam sebelum ditemukan Keysa sudah meninggal,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Teluk Keramat juga membantah adanya isu yang beredar dimasyarakat, terutama dimedia sosial, yang menyebutkan ada dugaan kekerasan. “Tak ditemukan tanda kekerasan. Pakaian korban juga masih lengkap dan sesuai saat dia meninggalkan rumah seperti disampaikan orang tuanya. Kami juga ingin meluruskan informasi yang berkembang dimasyarakat, yang menyebutkan ada tangan terikat,

dimasukkan dalam karung. Itu tidak benar semua, dugaan awal kejadian ini murni tenggelam,” katanya.
Saat ditemukan tangan korban masih memegang rumput, yang diperkiraan pihak kepolisian, adalah upaya mencari pegangan saat terjebur dan tenggelam di sungai kecil itu.

“Jarak rumah korban dengan sungai ditemukannya korban, sekitar 800 meter. Dan dilihat dari kedalaman sungai, untuk ukuran anak-anak cukup membahayakan,” katanya.
Selain keterangan dokter puskesmas sesuai hasil pemeriksaan. Ini juga diperkuat keterangan orang tua teman korban yang saat itu pergi bersama.

“Sebelum ditemukan, korban ini mau beli eskrim kemudian main dengan kawannya yang juga satu kelas dengan korban. Kami juga sudah memintai keterangan orang tua teman korban,” katanya. Atas musibah ini, lanjut Kapolsek Teluk Keramat, orang tua sangat bersedih. Namun, berupaya mengikhlaskan.

“Pihak orang tua juga sudah menandatangani untuk tidak dilakukan otopsi, kemudian administrasi lainnya. Sehingga pihak keluarga memakamkan korban pada Selasa setelah salat Ashar,” katanya.(fah)

Read Previous

Proyeksi Defisit APBD 2019 Rp 9,62 Miliar

Read Next

Bantah SDN 37 Parigi Tak Laksanakan KBM

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *