Boyong Produk UMKM, Laku Terjual

ANTUSIAS : Senam poco-poco dan maumere, samakin memeriahkan acara pameran produk Indonesia yang digelar Iwapi Kalbar di Kuching, Malaysia. Atraksi itu membuat pengunjung antusias hadir ke pameran. INSTAGRAM KJRI KUCHING-FOR PONTIANAK POST

Pameran Produk Indonesia-Iwapi Kalbar di Kuching

PONTIANAK – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kalimantan Barat sukses menggelar hajatan perdananya di luar negeri. Organisasi yang menghimpun para pengusaha wanita itu, baru saja selesai menggelar pameran produk Indonesia di Sarawak, Malaysia, pada 6-8 Maret 2020. Konsumen Negeri Jiran itu banyak memborong produk-produk UMKM yang dibawa saat pameran.

“Kami sangat bersyukur, pembeli antusias sekali dalam pameran ini. Banyak produk unggulan UMKM Kalbar produksi kita dan binaan laku terjual,” ungkap Ketua Iwapi Kalbar, Oktavia, kemarin.

Apalagi pada hari terakhir, kata dia, antusiasme konsumen semakin terlihat. Pada hari itu, panitia juga mengadakan fashion show, senam poco-poco dan lain sebagainya, guna memeriahkan pameran tersebut. “Kemarin kami isi dengan tarian multi etnis, fashion show barang-barang dagangan peserta, tari poco-poco, tobelo dan maumere. Jadinya ramai yang belanja pada hari terakhir,” kata dia.

Beberapa produk yang terjual itu, antara lain seperti kain tenun, aksesoris, serta camilan. Makanan-makanan khas juga laku terjual, seperti bubur pedas, mi sagu, bakso, bakwan, serta gudeg. Konsumen Malaysia, menurutnya sangat gemar mencicipi makanan-makanan tersebut.

Oktavia menyebut, perhelatan bertajuk ‘Indonesia Product Fair’ tersebut, merupakan yang pertama kali dilaksanakan Iwapi Kalbar di luar negeri. Pameran tersebut terlaksana atas kerja sama Iwapi Kalbar dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching. Kegiatan tersebut diikuti 80 anggota Iwapi Kalbar, ditambah dengan beberapa peserta dari Iwapi Kalsel.

Oktavia mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan ini, adalah untuk memperkenalkan produk unggulan daerah Kalbar. Dia juga berharap, pameran tersebut dapat menjadi langkah pertama untuk membuka pangsa pasar UMKM yang lebih besar di luar negeri, dengan membidik pembeli-pembeli yang potensial.

Pembeli potensial yang dimaksud ini, kata dia, bukan hanya melakukan transaksi pembelian sekali pada saat pameran, melainkan secara konsisten berlanjut di waktu yang akan datang. “Momen ini menjadi kesempatan yang baik untuk menggaet buyer yang tidak hanya menjadi pembeli di saat itu, tapi berlanjut untuk pemesanan-pemesanan selanjutnya,” kata dia

Oktavia menambahkan, momen ini juga menjadi ajang pembuktian eksistensi perempuan di bidang kewirausahaan, sekaligus mendorong perempuan terjun dalam memajukan perekonomian. Dia sangat berharap, acara sejenis dapat digelar secara berkelanjutan sehingga UMKM di Kalbar semakin berkembang. (sti)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!