BPJS Serahkan Klaim Kematian Petani Peserta; Urus Klaim, Hanya Butuh Tiga Hari

SERAH KLAIM: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu menyerahkan klaim jaminan kematian kepada ahli waris Adelianus Suka, salah satu Petani Kapuas Hulu, di Hotel Banana Putussibau, Rabu (27/11). ISTIMEWA

PUTUSSIBAU – Ternyata untuk mengurus klaim kematian di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan hanya membutuhkan waktu tiga hari, sejak berkas dokumen klaim dinyatakan lengkap. Hal tersebut dijelaskan Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Kapuas Hulu Wahyu Dianur, saat menghadiri Sosialisasi Perda Nomor 5 Tahun 2018 dan Nota Kesepahaman Bersama Antara Dinas Pertanian Pangan Kapuas Hulu di Hotel Banana Putussibau, Rabu (27/11) lalu.

“Untuk proses klaim kematian ke kami, tentunya sangat mudah dan tidak pernah kami persulit,” kata dia memastikan. Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan KCP Kapuas Hulu menyerahkan klaim jaminan kematian sebesar Rp24 juta kepada keluarga Liliana, ahli waris Adelianus Suka (45) yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Almarhum adalah petani di Desa Sayut, Kecamatan Putussibau Selatan, yang meninggal dunia karena sakit.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wahyu Dianur mengungkapkan, dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, berarti sudah mengimplementasikan amanah dari UUD 1945. “Ini artinya negara hadir dalam melindungi segenap tumpah darah Indonesia, dengan memberikan perlindungan bagi pekerja,” ungkap Wahyu.

Dijelaskan Wahyu, UU BPJS mengamanatkan setiap pekerja baik formal maupun informal, wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena BPJS, ditegaskan dia, hadir di tengah masyarakat yang senantiasa mendorong kepedulian dan partisipasi dalam program perlindungan dan jaminan sosial pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Almarhum Adelianus Suka sebagai petani telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mengikuti dua program yakni Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja, ketika ia alami kematian maka wajib mendapatkan jaminan kematian sebagai salah satu manfaat program BPJS TK,” ulasnya.

Sementara itu, Liliana, perwakilan dari almarhum Adelianus Suka mengaku sangat bersyukur ada santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, yang mana bantuan tersebut sangat membantu keluarganya. “Kita sangat tidak berharap, suami kita, atau keluarga kita mengalami kecelakaan kerja. Namun risiko itu kadang tidak dapat dielakkan, maka itu saya merasa betapa pentingnya masuk BPJS Ketenagakerjaan,” timpalnya.

Penyerahan klaim kematian tersebut diserahkan secara simbolis oleh Abdurasyid, kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, dengan disaksikan pejabat Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kapuas Hulu dan jajaran BPJS Ketenagakerjaan. (arf)

Read Previous

Penghapusan Eselon Tiga dan Empat, Bupati: Mari Kita Lihat Secara Jernih

Read Next

Gunawan Pasien Kanker Usus; Lubang Buatan di Perut akan Ditutup, Gunawan Terkendala Biaya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *