BTL Gelar Konsultasi Publik HCV-HCS

KONSULTASI. Kegiatan Konsultasi Publik HCV-HCS yang digelar PT. BTL. | SUGENG/PONTIANAK POST

Hadirkan Tim dari IPB

SANGGAU – Kegiatan Konsultasi Publik tentang High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) atau lebih sering disebut Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT) digelar di Gedung Aula Kantor Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau pada Rabu (9/10) pagi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak perusahaan PT. BUMI TATA LESTARI–ASP tersebut menghadirkan Tim Bioref Center Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai lembaga yang dipercaya PT. BTL untuk melakukan kegiatan konsultasi publik tersebut.

Perwakilan Tim Bioref Center, Ahmad Faisal Siregar menyebutkan bahwa tim terlebih dahulu telah melakukan preasesment pada 11 Januari hingga 20 Februari 2018, Full asesment tanggal 14 Januari hingga 26 Agustus 2018 dan Konsultasi publik 9 Oktober 2019.

Dikatakannya, perusahaan perkebunan dituntut untuk melakukan pengelolaan perkebunan secara berkelanjutan baik ISPO, RSPO, ISCC dan lainnya. maka NKT dan SKT merupakan salah satu alat untuk memastikan pengelolaan perkebunan secara berkelanjutan tersebut.

“Acuan dalam identifikasi NKT-SKT, yakni bantuan umum identifikasi nilai konservasi tinggi, panduan umum pengelolaan dan pemantauan nilai konservasi tinggi, konsersium revisi HCV toolkit Indonesia, Panduan identifikasi kawasan bernilai konservasi tinggi di indonesia, Pedoman penilaian integritas HCV-HCS, HCVRN dan Panduan pendekatan stok karbon tinggi,” jelasnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan Kabupaten Sanggau, Syafriansyah mengatakan bahwa isu yang paling diperhatikan oleh semua pihak adalah tentang isu lingkungan, maka pihaknya sangat mengapresiasi PT. Bumi Tata Lestari yang dapat melaksanakan kegiatan ini, karena penekanan dalam konsultasi publik adalah adanya komitment PT. BTL didalam membangun perkebunanan dengan memperhatikan dampak lingkungan.

“Karena kegiatan ini sangat penting makanya saya memutuskan untuk datang dan mendengarkan secara langsung kegiatan ini. Kegiatan ini bukan hanya untuk mengikuti dan mematuhi aturan tetapi ada niat baik dari kita untuk mengelola perkebunan sesuai kaidah-kaidah yang berlaku. Semoga kegiatan ini dapat menjadi pelopor bagi perusahaan lain yang ada di kabupaten sanggau,” terangnya.

Sementara itu pimpinan PT. BTL, Yacobus Ratu Anik menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama pemerintah daerah sehingga PT. BTL masih eksis berusaha di wilayah ini.

“Kami terus meminta dukungan dari semua pihak agar PT. BTL dapat terus berkembang yang dibuktikan dengan dimulainya pembangunan Pabrik Kelapa Sawit. Konsultasi Publik yang kami lakukan yakni mendengarkan paparan terkait standarisasi perkebunan yang dilakukan oleh IPB Bogor yang merupakan bagian dari PT. BTL untuk menerima masukan dari semua pihak,” katanya.

Yacobus juga menegaskan bahwa perusahaan BTL akan melaksanakan kewajibannya sesuai dari hasil kajian dari tim IPB. (sgg/ser)

loading...