Buah Hati Lebih Memilih si ‘Mbak’

Bagi ayah dan ibu pekerja, kehadiran pengasuh sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Pengasuh diberi tanggung jawab mengurus dan merawat buah hatinya saat mereka sibuk di kantor. Tak jarang akhirnya sang anak lebih dekat dengan si ‘Mbak’, sehingga ibu merasa cemburu dengan kedekatan tersebut.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Setiap keputusan memiliki konsekuensi tersendiri, termasuk dalam rumah tangga. Ketika ibu memutuskan menjadi ibu rumah tangga, dia bisa memantau dan mengikuti masa-masa pertumbuhan buah hatinya. Ketika memilih bekerja di kantor, sang ibu menghabiskan setengah waktunya di luar rumah dan tak bisa memantau pertumbuhan anak secara penuh. Namun, ibu pekerja dapat membantu finansial keluarga.

Saat ibu bekerja, tugas mengawasi dan merawat buah hati dilimpahkan kepada orang lain. Bisa nenek, baby sitter (pengasuh), ataupun anggota keluarga lainnya. Psikolog D. Islamiyah, M.Pd.I, M.Psi mengatakan salah satu konsekuensi yang dihadapi ibu pekerja adalah tidak bisa selalu di dekat anak dan begitu pula sebaliknya.

Menurut D Islamiyah, para pakar psikologi berpendapat pada usia tertentu akan timbul kelekatan anak terhadap figur lekat (biasanya ibu) adalah suatu akibat dari aktifnya suatu sistem tingkah laku anak yang membutuhkan kedekatan dengan seseorang. “Dalam hal ini biasanya adalah sosok Ibu,” ujarnya.

Meskipun nantinya anak di asuh oleh baby sitter atau yang lain, kelekatan anak tidak pernah pudar pada ibunya.
“Karena bagaimanapun anak berada di dalam tubuh (kandungan) ibu selama sembilan bulan. Akan tetapi, anak juga merasa aman dengan baby sitter atau neneknya karena sosok inilah yang biasa anak lihat di sekitarnya,” kata D Islamiyah.

Menjadi Ibu pekerja bukan berarti tidak bisa dekat dengan anak. Ibu bisa menghabiskan waktu (quality time) dengan anak sebelum berangkat bekerja atau setelah pulang bekerja. Aktivitas yang bisa dilakukan dengan memandikan anak di pagi hari atau di sore hari, menyiapkan sarapan anak, menemani anak belajar di malam hari, dan menemani anak mengerjakan PR.

Ibu juga bisa mendongeng sebelum anak tidur. Kemudian, mengucapkan rasa sayang kepada anak, dengan menyempatkan mendampingi anak berkegiatan. Hal ini juga merupakan wujud rasa sayang orang tua kepada anak. D. Islamiyah yakin beberapa aktivitas ini tetap bisa dilakukan meskipun menjadi seorang ibu pekerja.

Aktivitas tersebut juga menjadi salah satu cara agar anak tidak lebih dekat dengan pengasuh. “Istilahnya, orang tua harus pandai mengambil hati anak dengan berbagai cara. Karena tidak ada satu orangpun ibu yang mau meninggalkan anaknya di rumah. Apalagi masih dalam masa golden age. Ibu-ibu pekerja pasti tidak punya pilihan lain dan tetap memilih bekerja,” tutur D.Islamiyah

Dia mengungkapkan wajar jika ibu merasa cemas saat melihat anak lebih dekat dengan pengasuh, nenek atau saudara lainnya.

“Tetapi, balik lagi logiknya jika tidak mau cemas, ya tidak perlu bekerja,” tukasnya, yang menyarankan agar ibu mengajarkan rule yang boleh dan tidak boleh dilakukan kepada anak. **

Read Previous

Midji Terima Brevet Kehormatan Lantamal XII

Read Next

Pajang Foto tak Senonoh di Medsos, Polisi Amankan Warga Selimbau

Most Popular