Buku Komik yang Belum Antik

DI zaman serba canggih ini buku sudah pelan-pelan kehilangan pelanggan, pada banyak beralih ke e-book dengan alasan karena lebih praktis. Ketimbang bawa buku yang tebal, berat, dan makan tempat mending download versi elektroniknya, bukan? Eits, tapi masih banyak kok Sobat Z yang tetap setia pada buku karena katanya lebih dapat feel ketika membacanya. Tak ketinggalan buku komik nih, meskipun sudah banyak versi digitalnya tapi yang berbentuk buku tetap memiliki pasarnya sendiri.

Zetizen berkesempatan bincang-bincang sama salah satu kolektor komik yang sudah mulai mengoleksi sejak tahun 2005, loh. Namanya Fuzy Firdha Zhan, ia sudah memiliki ratusan komik dengan bermacam-macam judul mulai dari Detective Conan, Doraemon, Paman Gober, Yakitate Japan bahkan ada majalah komik Shonen Star. Selama kurang lebih 15 tahun mengoleksi komik, Detective Conan Volume 45 jadi yang paling sulit didapatkan.

“Saya koleksi sejak SD sekitar tahun 2005 dan sampai sekarang ada lebih 150 komik, belum lagi beberapa yang sudah hilang. Kalau yang paling susah didapat itu komik Detective Conan Volumen 45, karena udah punya yang 44, 46 dan seterusnya. Jadi penasaran kan, sementara waktu itu udah keluar yang volume 70 jadi nyari yang 45 makin susah. Akhirnya setelah pencarian panjang di berbagai toko buku bisa dapat juga yang volume 45 ini,” ujarnya.

Menjadi kolektor memang nggak selalu penuh dengan kesenangan ternyata, tetapi harus dengan perjuangan demi koleksi yang lebih lengkap. Proses hunting atau perburuan barang yang sedang dikoleksi adalah momen yang seru buat dinikmati apalagi barang tersebut sulit dicari, kalau sudah dapat pasti jadi kesayangan. Begitu juga yang dialami kolektor komik, apalagi sudah leluasa berbelanja online jadi lebih mudah memenuhi koleksi.

“Bicara soal suka duka jelas banyak banget. Saya sejak pertama kali beli komik itu selalu pakai uang sendiri jadi walaupun komik terbaru udah keluar tetap harus menunggu tabungannya cukup terlebih dahulu. Waktu SMP juga pernah sekali dimarahi mama karena waktu itu sudah dekat ujian nasional tapi mama masih melihat saya baca komik terus. Padahal kan membaca komik itu salah satu bentuk refreshing,” pungkas Fuzy.

Selain jadi koleksi, komik juga bisa jadi bahan refreshing dari segala kepenatan dunawi apalagi buat Sobat Z yang mau ujian. Tapi porsinya perlu dibatasi, walaupun koleksi komik lebih banyak dari buku latihan soal ujian tapi materi yang lebih dikuasai harus seputar pelajaran, loh. Ada tips nih dari Fuzy, sang kolektor biar bisa menyelam sambil minum air alias mengambil manfaat atau sisi positif dari membaca komik.

“Jadinya waktu itu saya membuktikan ke mama kalau baca komik ini ada pengetahuannya juga. Cara yang saya pakai adalah dengan mencatat pengetahuan-pengetahuan yang didapat dari komik di sebuah buku khusus. Baru sadar juga ternyata dalam satu komik saja terdapat banyak ilmu dan juga kalimat-kalimat kutipan motivasi yang bagus,” cerita dara kelahiran Sambas ini.

Mudah untuk diterapkan bukan? Selain bisa dapat ilmu, kutipan penuh motivasi, Fuzy juga bercerita betapa menyenangkan punya teman-teman yang mempunyai kesukaan yang sama akan komik. Terlebih sama-sama suka Detective Conan sepertinya, obrolan dan cerita panjang akan terjalin di antara mereka. Saling mengulas komik yang sudah dibaca hingga saling memberikan rekomendasi, maka topik pembicaraan akan sangat menyenangkan. (mya)

Read Previous

Merasakan Aura Joker Lewat 131 Anak Tangga

Read Next

Konsumsi Sushi Saat Hamil, Amankah?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *