Bupati Ajak Manfaatkan Lahan yang Menganggur

PENYERAHAN BANTUAN: Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyerahkan bantuan bibit padi dan alsintan kepada sejumlah desa di Kecamatan Ngabang, Kamis (6/8) lalu. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak masyarakat, terutama para petani agar dapat memanfaatkan lahan yang menganggur. Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat melakukan kunjungan kerja ke desa-desa di Kecamatan Ngabang, Kamis (6/8) lalu.

“Mungkin baiknya ke depan kita fungsikan lahan-lahan yang mengaggur di sekitaran kita agar dapat dijadikan sumber pendapatan Bapak dan Ibu. Jika ada lahan yang menganggur dan bisa kita manfaatkan untuk lahan pertanian, jika ada keluhan dan kesulitan, maka bisa sama-sama carikan solusinya,” ajaknya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati juga menyalurkan bantuan bibit padi dan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada para kelompok tani.

Sejumlah desa yang didatanginya yakni Desa Amboyo Inti, Amboyo Utara, Amboyo Selatan, Pak Mayan, Antan Rayan, Amang, dan Penyah Dangku. Bupati menjelaskan bahwa bibit padi yang diserahkannya tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Disebutkan dia, setidaknya terdapat sebanyak 832 ton benih padi yang akan dibagikannya.

“Ini akan terus disalurkan ke kecamatan di Kabupaten Landak dan bantuan Alsintan yang merupakan program dari Bupati Landak kepada para petani di Kabupaten Landak,” ujar Bupati.

Benih padi yang diberikan ini merupakan benih padi untuk lahan sawah dan lahan kering kali ini meliputi Desa Amboyo Inti sebanyak 2,5 ton, Desa Ambarang sebanyak 625 kilogram, Desa Amboyo Utara sebanyak 14 ton, Desa Amboyo Selatan (6,25 ton), Desa Pak Mayan (625 kilogram), Desa Antan Rayan (1,875 ton), Desa Amang (7,7 ton), dan Desa Penyaho Dangku, 2,5 ton. Sedangkan untuk Alat Mesin Pertanian Kecamatan Ngabang mendapatkan 11 unit Alsintan.

Ia berpesan agar bantuan benih padi yang diberikan ini segera dimanfaatkan, dengan cara melakukan penanaman. Terlebih, dia menambahkan, saat ini sudah memasuki masuk masa tanam padi.

“Pesan saya tolong ditanam dengan baik, apabila bantuan benih ini tidak ditanam, maka untuk ke depannya kita akan susah mendapatkan bantuan lagi dari Pemerintah Pusat. Makanya saya turun langsung ke lapangan, untuk memastikan bantuan ini sampai ke tangan bapak dan ibu petani,” ungkap Karolin. (mif)

loading...