Pemkab Berikan Bantuan Kepada Masjid Asshalihin
Bupati: Jangan Lihat Nilainya, tapi Kepeduliannya

SERAH BANTUAN: Bupati Sekadau Aron menyerahkan bantuan kepada Pengurus Masjid Asshalihin Dusun Koman I, Desa Nanga Koman, Kecamatan Nanga Taman, dalam kunjungannya ke kecamatan tersebut, beberapa waktu lalu. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

NANGA TAMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau melalui Bupati Aron, menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Asshalihin di Dusun Koman I, Desa Nanga Koman, Kecamatan Nanga Taman, yang terbakar beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Aron berpesan agar bantuan tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya. Hal ini juga ia katakan sebagai bentuk kepedulian Pemkab terhadap sarana ibadah.

“Gunakan sebaik-baiknya (bantuan, Red). Jangan dilihat nilainya, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Sekadau terhadap sarana ibadah semua umat beragama,” kata Aron.

Aron mengatakan, Pemkab akan membantu rumah ibadah yang mengalami musibah. Sebab, kata dia, hal itu merupakan kewajiban pemerintah.

“Pemerintah tetap memperhatikan sarana ibadah semua umat agama di Kabupaten Sekadau,” ucapnya. Turut hadir dalam penyerahan bantuan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau Handi, anggota DPRD Kabupaten Sekadau Hasan dan Harianto, serta Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sekadau.

Diberitakan sebelumnya, Masjid Asshalihin yang terletak di Dusun Nanga Koman I, Desa Nanga Koman, Kecamatan Nanga Taman, yang terbakar, 27 April lalu, sekitar pukul 23.00 WIB.

Kapolsek Nanga Taman, IPDA Triyono mengungkapkan, peristiwa pertama kali saat warga setempat melihat percikan cahaya pada lampu hias di kubah masjid. Percikan cahaya itu, menurut dia, semakin membesar hingga warga tersebut bergegas menuju masjid.

“Warga langsung menyelamatkan beberapa barang yang berada di dalam masjid dan bergegas keluar karena api sudah menyala dan semakin membesar,” kata Kapolsek, Rabu (28/4) lalu. Kemudian, dia menambahkan, warga tersebut memanggil warga lainnya untuk membantu memadamkan api yang sudah membesar di kubah masjid. Setelah api berhasil dipadamkan, mereka pun langsung memasang police line di lokasi kejadian.

“Hasil keterangan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik,” ungkap Triyono.

Ia menjelaskan, masjid yang terbakar tersebut pada bagian atapnya menggunakan sirap atau kayu dan ditutupi seng. Masjid itu, diakui dia, merupakan bangunan lama dan tepat di belakangnya sedang dilakukan pembangunan yang baru.

“Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah,” tandas Kapolsek. (var)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!