Bupati Ketapang Larang Bermain Layangan

KETAPANG – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap maraknya permainan layangan di Kota Ketapang, Bupati Ketapang, Martin Rantan, mengeluarkan imbauan larangan bermain layang-layang di Ketapang. Surat dengan nomor 300/1435/Pol-PPTibum ditandatangani Bupati Ketapang pada 2 Juli 2020.

Dalam surat imbauan tersebut menyebutkan, demi meningkatkan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, terutama kepedulian tentang bahaya permainan layang-layang yang telah mengakibatkan korban luka ringan maupun berat, dan mengganggu jaringan listrik maka dikeluarkanlah surat imbauan larangan bermaian layang-layang tersebut.

Ada beberapa poin penting dikeluarkannya dalam surat imbauan tersebut. Di antaranya mengacu kepada ketentuan pasal 16 ayat 1 huruf (j) dan ayat 3 Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat, maka masyarakat dilarang bermain panahan, ketapel, layang-layang, menyumpit, menembak dengan senapan dan benda lain di jalan atau yang berdekatan dengan jalan atau di tempat lain yang membahayakan orang lain atau barang. Larangan permainan layang-layang tersebut yaitu yang menggunakan tali bahan metal, logal, kawat, dan sejenisnya.

Berdasarkan ketentuan pasal 16 ayat 2 permaian layang-layang, menyumpit dan menembak dengan senapan sebagaimana dimaksud ayat 1 huruf (j), diperbolehkan untuk kegiatan festival budaya dengan izin bupati atau pejabat yang ditunjuk. Di dalam surat tesebut juga disebutkan masyarakat dilarang untuk menjual layang-layang.

Berdasarkan pasal 72 ayat 1 Perda Nomor 1 Tahun 2018, bahwa setiap orang yang melanggar ketentuan pasal 16, dikenakan ancaman kurungan paling lama enam bulan dan denda paling banyak Rp50 juta.

Dalam surat itu juga, Bupati mengajak kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mengarahkan masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di luar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Imbauan ini untuk diketahui dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat demi terciptanya ketentraman dan ketertiban umum masyarakat,” tulis Bupati Ketapang dalam surat imbauan tersebut. (afi)

loading...