Bupati Lepas Bantuan Korban Banjir; 6 Ton Beras Tuju Kayan Hulu

PELEPASAN BANTUAN: Bupati Sintang Jarot Winarno menghadiri pelepasan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, dan Serawai di halaman Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sintang.

SINTANG – Sebanyak 6 ton beras dan seribu dus mi instan akan disalurkan ke warga yang terdampak banjir di Kecamatan Kayan Hulu. Tak hanya di kecamatan tersebut, bantuan serupa juga akan disalurkan ke Kecamatan Kayan Hilir dan Serawai. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sintang, Setina.

“Kecamatan Kayan Hulu yang paling banyak terdampak dan banyak masyarakat yang menderita, sehingga kita akan bantu 6 ton beras dan mi instan seribu dus, Kayan Hilir kita bantu 4 ton beras dan mi instan (sebanyak) 700 dus, serta Serawai kita bantu 5 ton beras dan mi instan seribu dus. Kemudian ada kecamatan yang sudah berbelanja untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat seperti Kecamatan Serawai dan Kecamatan Kayan Hulu,” tambahnya lagi.

Untuk Kecamatan Kayan Hulu, diakui Setina, warga kecamatan tersebut yang paling terdampak cukup besar. Dia sendiri memastikan bantuan ini nantinya akan dikawal dari tim yang ada dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang.

“Dan menyusul selanjutnya Dedai, Sintang,Tempunak, dan Sepauk, tetapi kita berdoa mudah-mudahan banjir semakin surut dan tidak ada lagi masyarakat kita yang menjadi korban banjir. Bantuan untuk korban banjir sudah datang dari Pemprov Kalbar, Pemkab Sintang, OPD, perusahaan, dan perorangan,” terang Setina usai seremoni pemberian bantuan di halaman Dinas Sosial Kabupaten Sintang, kemarin.

Sementara, Bupati Sintang Jarot Winarno memaparkan, berdasarkan data yang diterima oleh Dinas Sosial Kabupaten Sintang, di Kecamatan Kayan Hilir ada 28 desa terdampak banjir dengan jumlah warga terdampak 2.682 kepala keluarga (KK) serta yang rusak adalah rumah, steigher, sarana umum serta jalan.

“Kecamatan Kayan Hulu ada 20 desa terdampak banjir dengan jumlah KK terdampak sebanyak 4 ribu KK serta yang rusak adalah rumah, steigher, sarana umum serta jalan. Kecamatan Serawai ada 23 desa terdampak banjir dengan jumlah Kepala Keluarga terdampak sebanyak 2.180 KK serta yang rusak adalah ruma, sarana umum serta jalan,” ungkap Jarot.

Orang nomor satu di Bumi Senentang ini menyampaikan, upaya mitigasi terhadap bencana sudah terus dilakukan oleh pemerintah. Bahkan, pemetaan langkah pencegahan juga telah diterapkan mereka.

“Menurut saya, beberapa tindakan yang harus kita lakukan seperti selalu siap dan memiliki sense of emergency. Kita harus selalu berjaga-jaga dan waspada,” paparnya.

Dirinya juga mengakui, ke depan perlu memperkuat koordinasi yang baik antar lembaga dan organisasi.

“Dalam menangani banjir ini yang penting juga adalah gerak cepat dan dalam membantu korban banjir ini. Pertama kita lakukan adalah mengamankan sembako,  cepat menunjuk toko mitra sehingga sembako bisa lebih cepat didistribusikan. Saat ini kita terus waspada dan terus mengumpulkan informasi dari Tempunak, Sepauk dan Sintang.  Saya juga mengingatkan agar masyarakat selalu waspada dengan arus pendek listrik,” pungkasnya. (fds)

 

loading...