Bupati Jenguk Korban Kebakaran Nanga Pari
Bupati Pastikan Gratis Biaya Pengobatan

///JENGUK KORBAN: Bupati Sintang, Jarot Winarno didampingi oleh wakil Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang saat mengunjungi korban kebakaran di Desa Nanga Pari, yang dirawat di RSUD Ade M Djoen Sintang, Senin (22/3). ARIS MUNANDAR/PONTIANAK POST///

SINTANG – Bupati Sintang Jarot Winarno memastikan korban kebakaran Desa Nanga Pari yang dirawat di RSUD Ade M. Djoen Sintang akan digratiskan biaya pengobatannya. “Setiap kejadian luar biasa, kegawatdaruratan yang menimpa masyarakat, dapat meminta bantuan,” ujar Bupati saat menjenguk korban kebakaran, Senin (22/3).

Seperti diketahui, musibah kebakaran yang terjadi di Desa Nanga Pari KM 62, Kecamatan Sepauk, Minggu (21/3) pukul 15.00 WIB lalu, menghanguskan tujuh rumah warga. Tak hanya itu, kebakaran juga menyebabkan satu orang lansia mengalami luka bakar.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi diduga disebabkan oleh api yang berasal dari kompor gas yang berada di rumah Kesno. Karena jauhnya tempat kejadian kebakaran dengan markas pemadam kebakaran, ditambah dengan hembusan angin dan minimnya alat pemadam kebakaran, api pun merembet ke rumah-rumah di sekitarnya. Satu lansia bernama Patus Sandi yang menjadi korban dengan luka bakar lebih dari 50 persen di sekujur tubuhnya. Lansia malang tersebut kini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Ade M. Djoen Sintang.

Usai mengunjungi korban kebakaran di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Bupati Jarot Winarno mengucapkan rasa prihatinnya dan berduka cita atas kejadian tersebut. “Saat ini Beliau (korban, Red) sudah mendapatkan 11 kop botol infus, keadaanya stabil. Hari ini (kemarin, Red) juga akan dilakukan perawatan oleh dokter bedah untuk pembersihan luka dan lainnya,” kata Jarot.

Ia meminta tim dari Kecamatan, BPBD, dan Dinas Sosial segera mengambil tindakan. “Untuk memastikan kebakaran ini persisnya seperti apa. Juga membawa bantuan sementara seperti sembako dan selimut,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada Camat Sepauk dan Kepala Desa Nanga Pari untuk segera mengurus administrasi, agar korban kebakaran bisa diberi bantuan sosial. “Saya masih tunggu laporan dari Camat yang lengkap, karena masih kurang satu administrasi tanda tangan kepala desa permohonan untuk diberi bantuan sosial bagi tujuh rumah yang terdampak tadi. Kita juga akan bantu untuk tali asih lah ya untuk membangun rumahnya kembali. Kalau yang bantuan sosial segera,” tandas mantan dokter di RSUD dr. Soedarso Pontianak tersebut. (ris)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!