Bupati Saat Verifikasi Gemarikan Nasional

SANGGAU – Siapapun punya harapan dan cita-cita menjadi juara. Namun yang terpenting adalah orang Sanggau mau dan gemar makan ikan nantinya. Demikian ungkapan Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat menerima delegasi tim verivikasi Calon Penerima Penghargaan Gemarikan Tingkat Nasional Tahun 2019 pada Jumat (8/11) pagi kemarin.

Bupati menyampaikan bahwa ternyata Sanggau diusulkan untuk dinilai pada tiga hal yakni pertama berkenaan dengan UMKM-nya yang bergerak untuk usaha ikan, makanan dan sebagainya. Kemudian, kedua, petaninya, orang perorangnya dan ketiga lembaga forikannya.

“Nah, kita masuk pada nominasi yang lembaga, dinilai bahwa lembaga forikan kita ini cukup mumpuni. Sehingga mereka menunjuk dan didukung oleh provinsi yaitu Sanggau dari seluruh kabupaten/kota. Hari ini tim verifikasinya datang untuk melengkapi data, melihat dan mudah-mudahan kita dapat memperoleh nilai yang signifikan,” ujarnya.

Dikatakannya, masih ada dua versi penilaian untuk konsumsi makan ikan Kabupaten Sanggau yakni versi FAO yang dibuat biasanya itu adalah produksi dibagi dengan jumlah penduduk, tetapi dari kementerian mereka juga ada survei sendiri yang sistemnya berbeda yang dilakukan oleh BPS.

“Dari kementerian ini lebih detail sehingga cukup mengejutkan Sanggau ini untuk tahun 2015 konsumsi ikannya 25 kg perkapita, tetapi menurun di tahun 2017 menjadi 23 kg perkapita. Nah, ini yang saya sudah sampaikan dengan tim forikan kita, karena kita masih berkutat dengan data di mana ikan yang beredar di Kabupaten Sanggau ini dibagi dengan jumlah penduduk dan ditambah jumlah hasil produksi, termasuk masuknya ikan dari luar dan produksi alam kita tentu tinggi,” jelasnya.

“Hanya saja, kita ini kan ada 15 kecamatan, ada daerah yang tidak rata contohnya Kecamatan Tayan mungkin konsumsi ikannya tinggi, karena memang produksi ikannya banyak dan Kecamatan Kapuas karena ibu kota. Tetapi bisa jadi di ibu kotanya, bagaimana dengan di kampung-kampungnya, nah ini yang diteliti lebih dalam, sehingga mungkin ditemulah angka rata-rata kita yang mengejutkan turun,” terang dia.

“Tapi kita tetap serius mengurus ikan, tetapi tadi dari tim verifikasi katakan tentu akan dinilai pada tanggal 17-19 November ini, sejauhmana perubahan-perubahannya. Kalau berbicara konsumsi ikan bukan hanya soal produksi, bukan hanya persoalan yang akhirnya kita harus melihat orang mau makan ikan. Nah, ini penting menurut saya,” tegasnya. (sgg)

 

Read Previous

TNI Bangun Jamban untuk Warga

Read Next

Bupati Ajak Warga Sumbangkan 5 Watt untuk Teras

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *