Cabai Tembus Rp 95.000 per Kilogram

ilustrasi

NGABANG – Harga cabai rawit merah di Kabupaten Landak khususnya kota Ngabang terus mengalami kenaikan. Harga komoditas utama bumbu dapur ini menembus angka Rp 95.000 per kilogram. Berdasarkan pantauan Pontianak Post di sejumlah pasar tradisonal di kota Ngabang, Selasa (20/8), harga cabai rawit cakra terendah di harga Rp 90.000 /Kg dan tertinggi di Rp 95.000/Kg. Harga tersebut, kembali naik ketika menyentuh konsumen. Harga terendah berada di Rp 11 ribu per ons dan mencapai Rp 12.000 per ons.

“Harga cabai cakra ini naik terus. Padahal satu bulan lalu sudah naik jadi Rp 80.000 per kilogramnya,” kata salah seorang pedagang di Pasar Rakyat Landak, Ngabang Helena, Selasa (20/8).
Harga normal cabai ketika sebelum naik, menurutnya perkilogramnya dari harga sebelum semula Rp. 60.000 hingga Rp 65.000 rupiah perkilogramnya.

“Itu dua bulan lalu. Sekarang sudah makin susah jual cabai,” katanya. Meski begitu, harga cabai kiriman dari Pulau Jawa ini tak berdampak pada cabai komoditi lokal, di harga Rp 60.000 sampai Rp 65.000 per kilogramnya. “Kalau cabai kampung (lokal, red) sih tidak naik. Normal-normal saja,” ucapnya lagi.

Menurutnya harga mulai naik sejak Idulfitri lalu. Dan semakin parah sejak memasuki Agustus. tidak mengetahui penyebab harga cabai sangat mahal. Berdasarkan pengamatannya, hal itu terjadi lantaran stok yang sangat terbatas. “Dari distributor harganya memang sudah naik. Jadi, tidak pasti karena apa,” ucapnya.

Salah seorang pedagang lainnya, Mak Hendra mengatakan kenaikan harga cabai itu bisa disebabkan banyak hal. Misal, jika membeli dalam jumlah besar, sebut saja 100 Kg, maka total timbangan itu bisa menyusut menjadi 80-95 Kg. Boleh jadi penyebabnya sebagian cabai busuk jadi tak bisa dijual. “Belum lagi ongkos jalannya (distribusi, red). Makanya harga cabai bisa naik dan turun,” ucapnya.

Salah seorang pembeli pagi itu, Andin mengaku kaget dengan harga cabai yang terus melonjak. Dirinya tidak menyangka harga cabai rawit naik drastis, sebab terakhir ia membeli harganya adalah Rp 8.000 per Onsnya. “Ya kaget, apalagi di rumah suka makan pedas. Semoga ketika masuk musim hujan sudah turun lagi,” kata ibu rumah tangga ini. (mif)