Caleg Terpilih Diganti Secara Sepihak, Yusid PTUN-kan KPU dan Gerindra

Yusid Toyib
Yusid Toyib

PONTIANAK – Caleg Partai Gerindra melakukan perlawanan terhadap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Hal ini terkait dengan dugaan penggantian nama calon anggota DPR terpilih secara sepihak. Caleg tersebut adalah Yusid Toyib dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I.

Yusid tak terima namanya sebagai anggota DPR terpilih 2019-2024 diganti dengan Katherine Oendoen. Ia menyatakan akan menggugat DPP Gerindra dan KPU ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dalam Surat Keputusan KPU Nomor 1341/PL.01.9-Kpt/06/KPU/IX/2019, Yusid disebut telah diberhentikan sebagai kader Gerindra.

“(Yang digugat) DPP Gerindra dan KPU. Kenapa saya langsung dimatikan? Saya ditulis di keputusan KPU, saya dipecat, diberhentikan. Cuma kan saya nggak pernah dipanggil. Saya nggak mencuri, saya nggak ganggu orang, dan langsung dipecat. Mestinya talak satu dulu. Ini mahkamah partai nggak pernah manggil, tahu-tahu dipecat. Alasannya nggak tahu,” ujar Yusid kemarin.

Terkait persoalan yang menimpa Yusid Toyib ini, Ketua Gerindra Kalbar, Suriansyah memberikan tanggapannya. ”Kami (Gerindra Kalbar) baru tahu juga keputusan KPU RI tersebut. Meskipun beliau (Yusid Toyib) caleg dari Dapil Kalimantan Barat I, selama ini tidak ada koordinasi,” kata pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kalbar ini, Minggu (22/9).

Suriansyah mengaku tidak tahu-menahu mengapa Yusid Toyib dipecat dari DPP Gerindra dan lantas KPU RI menetapkan nama Katherine sebagai caleg DPR RI terpilih. ”Apa penyebabnya kami (Gerindra) Kalbar belum tahu sama sekali,” ujarnya.

Berdasarkan pemberitaan di media, Gerindra Kalbar mengetahui bahwa pemecatan Yosid dilakukan oleh Mahkamah Partai DPP Gerindra di Jakarta. “Intinya di sana,” sebut Suriansyah. Pihaknya pun sudah mendengar rencana Yusid Toyib menggugat KPU RI dan DPP Gerindra ke PTUN. Sebagai warga negara yang merasa dirugikan oleh pengurus di DPP Gerindra, menurutnya Yusid berhak melakukan upaya hukum.

”Kami (Gerindra) Kalbar ikut saja. Kami sebagai pengurus di Kalbar tidak bisa memberikan tanggapan lebih. Sebab tadi, belum tahu persoalnnya apa. Nantinya apakah boleh dituntut dalam PTUN, itu wewenang hukum,” ujarnya.

Yusid tidak sendiri dalam menyampaikan gugatan ke PTUN. Dia mengaku akan ditemani tiga caleg Gerindra lain yang bernasib sama. Caleg-caleg tersebut yakni Ervin Luthfi dari Dapil Jawa Barat XI yang digantikan Mulan Jameela, Yan Parmenas Mandenas (Dapil Papua) dan Sugiono (Dapil Jateng I).
Sementara itu, saat dihubungi untuk dimintai konfirmasi, Katherine Oendoen tidak menjawab. Panggilan telepon tidak diangkat. Kiriman pesan singkat dan Whatsapp dari wartawan juga belum dibalas.(den)

loading...