Cap Go Meh Singkawang, Wujud Nyata Budaya Jadi Pemersatu Bangsa

PEMBUKAAN: Menteri Agama RI Fachrul Razi didampingi Gubernur Kalbar Sutarmidji, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Ketua Umum Imlek dan Cap Go Meh Singkawang Hengky Setiawan menabuh loku sebagai pertanda dibukanya Cap Go Meh di Singkawang sekaligus melepas secara resmi parade tatung di panggung kehormatan Jl. P. Diponegoro, Sabtu (8/2).

SINGKAWANG – Parade Tatung sebagai puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang resmi dibuka oleh Menteri Agama RI, Fachrul Razi di panggung kehormatan Jl. P. Diponegoro, Sabtu (8/2). Pelepasan parade tatung ditandai dengan pemukulan loku oleh Menteri Agama RI Fachrul Razi didampingi Gubernur Kalbar Sutarmidji, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan juga Ketua Umum Imlek dan Cap Go Meh Singkawang Hengky Setiawan.

Usai dilepas secara resmi, sebanyak 830 tatung menunjukkan aksinya dihadapan Menteri Agama, Gubernur Kalbar dan undangan lainnya. Ribuan mata penonton dari berbagai daerah turut menyaksikan agenda rutin tahunan ini. Parade tatung pada festival Cap Go Meh telah masuk dalam 100 Calender Of Event (COE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Dengan mengusung tema ” Budaya Pemersatu Bangsa “, tak hanya parade tatung, kesenian lainya pun ikut beratraksi seperti Reog Ponorogo, serta kesenian daerah lainnya termasuk adanya keterlibatan tatung dari Malaysia hingga tatung asing lainnya.

Menag RI pun menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Cap Go Meh 2020 yang masuk dalam 100 Celender of Event (CoE) Nasional. Ia merasa senang bisa hadir dalam acara Cap Go Me Nasional ini. Ia berharap kegiatan ini mampu sebagai sarana mempertahankan dan melestarikan nilai luhur budaya, melainkan  mampu mensejahterahkan warga.

“Dengan semangat kota tertoleran di Indonesia tentu dapat menumbuhkan semangat membangun Indonesia. Saya lihat tak hanya etnis tionghoa saja tapi semua suku yang ada di Kota Singkawang berbaur menjadi satu untuk memeriahkan kegiatan ini. Selamat Imlek dan Cap Go Meh,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan perayaan Imlek dan Cap Go Meh sangat dinantikan oleh masyarakat tionghaa. Ia meminta agar Cap Go Meh yang telah tumbuh harus dipertahankan dan dilestarikan. Oleh sebab itu, sebagai salah satu aset bangsa Indonesia, Gubernur mengajak dengan perbedaan dan latar belakang etnis budaya, adat istiadat, dan keberagaman menjadikan potensi ini menjadikan Kalbar semakin maju, serta menyimpan nilai yang harus dirawat karena mengandung nilai ekonomis dan budaya.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengapresiasi Menag RI, Gubernur Kalbar, semua pihak  yang menghadiri puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun 2020. Dengan predikat kota tertoleran se-Indonesia, kata Wali Kota, hal tersebut adalah modal bagi Kota Singkawang untuk mencapai tujuan pembangunan. Termasuk modal guna mendatangkan investor bisa masuk ke Kota Singkawang.

Tak lupa ia juga menyampaikan untuk agar seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kerukunan dan toleransi yang ada. Sebuah sikap yang sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan UUD 1945. “Mari jaga kerukunan yang ada sehingga kita menjadi bangsa yang kuat khususnya Kota Singkawang,” ajaknya. (har)

Read Previous

Santai Menyikapi Sindiran Rekan Kerja

Read Next

Band Amerika Hibur Masyarakat Pontianak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *