Capaian Upsus Siwab Kalbar Melebihi Target

Inseminasi Buatan : Salah seorang petugas saat melakukan penyuntikan insemenasi buatan pada sapi betina.

PONTIANAK – Pencapaian program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Kalimantan Barat tahun 2019 cukup memuaskan. Seluruh indikator program mampu direalisasikan dengan baik bahkan melebihi target yang ditetapkan pemerintah. Program yang dimulai sejak tahun 2017 ini, akan mendorong peningkatan produksi sapi di provinsi ini.

“Seluruh indikator melebihi target. Lewat program ini, ada penambahan populasi yang diharapkan bisa menambah ketersedian daging sapi di Kalbar,” ungkap Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, M Munsif, Selasa (14/1).

Sepanjang tahun 2019, jumlah apsektor ditargetkan sebanyak 17.500 ekor dan realisasinya 21.261 ekor atau tercapai 120 persen. Jumlah apsektor yang telah mendapatkan insemenasi buatan (IB) ditargetkan 25.000 ekor dan terealisasi 27.042 ekor atau tercapai 108 persen. Target kebuntingan sapi sebanyak 12.250 ekor dan terealisasi 13.470 ekor atau tercapai 109 persen. Sementara jumlah kelahiran yang ditargetkan 9.800 ekor tercapai 11.744 ekor, atau tercapai 115 persen.

Bila ditotal dari pertengahan 2017 hingga 2019, perkiraan jumlah kelahiran sapi lebih dari 25.000 ekor. Tahun 2020, program Kementerian Pertanian ini,  kata dia, berganti nama menjadi Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri atau disingkat Si Komandan. Diubahnya nama program ini, dilakukan agar upaya khusus nantinya tidak hanya berfokus pada sapi saja, melainkan juga kerbau. Di tahun ini juga, untuk meningkatkan produksi ternak, pihaknya akan memaksimalkan inseminasi buatan, sekaligus kelahiran melalui kawin alam.

Karena itulah, target yang diberikan di tahun ini juga jauh lebih besar. “Target akseptornya sebesar 35.000 ekor, antara lain IB sebanyak 25.000 ekor dan kawin alam 15.000 ekor. Untuk target kelahirannya 25.350 ekor. Artinya tahun ini target kami melonjak tinggi,” kata dia. (sti)

loading...