Cara Terbebas dari Jeratan Utang

Bagi sebagian orang utang menjadi bagian dalam kehidupan. Namun, jika makin hari makin menumpuk, bisa menjadi masalah besar. Utang memperburuk kondisi keuangan. Lantas, bagaimana agar terbebas dari utang?

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Utang pernah menjadi masalah bagi  Hendra Putra hadapi. Ketika itu karyawan perusahaan swasta ini memiliki utang kartu kredit. Awalnya dia merasa bangga memiliki kartu kredit. Namun, lama kelamaan malah jadi alat menumpuk utang. Dengan gaji terbatas,  pria berusia 33 tahun ini hanya sanggup membayar minimum pembayaran sejumlah 10 persen dari tagihan perbulan. Perlu waktu dua tahun buatnya untuk fokus menyelesaikan dan bebas dari utang kartu kredit tersebut. Beruntung Hendra belum berkeluarga.

“Dari pengalaman ini, saya paham sekali tidak enaknya punya banyak utang, dikejar-kejar tagihan yang menyerat keuangan setiap bulan,” curhatnya.

Kini, sebisa mungkin Hendra menghindari diri dan keluarganya dari jeratan utang. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak, Ari Widiati, MM mengatakan tidak ada orang yang ingin berutang. Namun, ada kalanya bentuk pinjaman yang seperti ini tidak bisa dihindari mulai dari utang dalam jumlah kecil hingga jumlah besar melalui bank.

Menurut Ari, utang memang sebaiknya dihindari. Namun, bukan berarti tidak boleh berutang. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk memastikan agar utang atau pinjaman tidak membawa masalah finansial yang bisa membawa ‘si peminjam’ pada kebangkrutan.

“Seseorang bisa mengklasifikasian utang untuk membedakan jenis utang,” kata Ari.

Ari menjelaskan kunci utama membedakan jenis utang adalah berdasarkan tingkat kebutuhan dari penggunaan uang tersebut. Pastikan menganalisa jenis kebutuhan sebelum memutuskan melakukan pinjaman. Apabila utang tidak bisa dihindari, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan finansial yang dimiliki dan diterima setiap bulannya. Ini untuk mengetahui besarnya pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya.

“Rencana bujet yang perlu dibuat haruslah rinci dan memuat segala aspek. Khususnya yang berkaitan dengan pengeluaran dan pemasukan setiap bulannya. Akan sulit mengelola keuangan jika finansial yang dimiliki tidak disesuaikan dengan baik,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Ari, buatlah jadwal waktu pembayaran untuk setiap jenis utang dan pinjaman, jumlah uang yang harus dibayarkan, serta jenis pembayaran. Buatlah sebuah catatan khusus sebagai pengingat secara teratur. Apabila dana telah tersedia untuk melunasi utang, sebaiknya segera melakukan pembayaran.

“Pastikan  tidak melewatkan satu kalipun waktu pembayaran. Menunda pembayaran bisa mengakibatkan hal yang fatal karena bisa saja Anda tergiur untuk menggunakannya pada hal lain,” tutur Ari.

Menunda pembayaran utang bisa menimbulkan denda dan menambah beban pembayaran yang akan datang.

“Pastikan ketika sedang dalam proses pembayaran hutang, Anda tidak melakukan utang lagi,” ungkap Ari.

Dia menambahkan apabila memiliki kebutuhan mendesak, sebaiknya pertimbangkan kembali apa yang akan dipilih.

“Apakah akan berutang atau melakukan sedikit pengorbanan dengan mengurangi beberapa pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Jika memang kebutuhan tersebut bisa diatasi dengan sedikit berkorban, maka sebaiknya opsi tersebut yang Anda jadikan pilihan,” tutup Ari. **