Cari Tersangka, Polri Periksa 12 Saksi Kebakaran Kejagung

BERI KETERANGAN: Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (tengah) manyampaikan bahwa polisi segera memanggil 12 saksi terkait kasus kebakaran Gedung Kejagung. Sabik Aji Taufan/JawaPos.com

JAKARTA – Bareskrim Polri mulai memburu calon tersangka dalam kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Langkah ini diambil setelah penyidik menaikkan status kasus ke tahap penyidikan karena ditemukan adanya unsur pidana.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, tim gabungan telah menggelar gelar perkara yang dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Ferdy Sambo. Pendalaman tengah dilakukan guna mencari pihak yang bersalah hingga menyebabkan kebakaran.

“Seluruh peserta gelar perkara sepakat untuk menaikkan status dari tahap penyelidikan ke penyidikan untuk mencari serta mengumpulkan bukti dan menemukan tersangka,” kata Argo dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9).

Saat ini surat pemanggilan saksi sudah dilayangkan. Rencananya pemeriksaan akan dimulai pada Senin (21/9) secara maraton. Total ada 12 saksi yang sudah dipanggil. Mereka merupakan bagian dari 131 saksi yang sudah diperiksa pada tahap penyelidikan.

“12 saksi yang mau dipanggil adalah mereka yang mengetahui pasti peristiwa kebakaran. Karena sudah naik penyidikan maka saksi yang kemarin diperiksa lagi dengan panggilan resmi,” jelas Argo.

Sebelumnya, kebakaran melanda Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jalan Sultan Hasanudin Dalam Nomor 1, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (22/8) lalu. Api terlihat muncul dari arah samping gedung. Api baru bisa dipadamkan pada Minggu (23/8) pagi WIB.

Diketahui, dari hasil penyelidikan, Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena open flame (nyala api terbuka). Api disebutkan berasal dari lantai enam ruang rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung.

Kemudian api dengan cepat menjalar ke ruang lain, karena diduga terdapat cairan yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gypsum, lantai parkit, panel HPL, dan bahan mudah terbakar lainnya.

Nantinya, pelaku pidana penyebab terjadinya kebakaran hebat di Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Sabtu malam (22/8) itu bakal dijerat dengan pasal 187 atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun.(jpc/jpnn)

error: Content is protected !!