Catch Me If You Can

THE BIG PRICE: Sebuah kalung berlian dipajang di Museum Louvre untuk dilelang. Assane Diop yang saat itu bekerja sebagai office boy berencana mencurinya.

BUKAN, ini bukan tentang film lawasnya Leonardo DiCaprio. Tapi, ini tentang serial terbaru Netflix asal Prancis yang berjudul Lupin. Dirilis pada 8 Januari lalu, sayang sekali kalau belum banyak orang yang tahu tentang serial garapan George Kay dan Francois Uzan ini. Sebab, bagian pertamanya yang terdiri atas lima episode benar-benar bikin nagih! Nggak berlebihan lho ini. Sekali menonton, pasti nggak bisa berhenti sampai habis.

Entah ini karena Kay dan Uzan yang sangat piawai mengolah cerita atau memang karakter fiksi Arsene Lupin karangan Maurice Leblanc yang begitu memesona. Dibesarkan sang ayah yang begitu santun dan baik hati, Assane Diop (Omar Sy) tumbuh sebagai laki-laki yang baik juga. Sayang, suatu hari sang ayah dituduh majikannya, Hubert Pellegrini (Herve Pierre), mencuri kalung berlian yang sangat bersejarah dan tentunya mahal.

Sebenarnya, selain sidik jari sang ayah yang ditemukan di brankas, nggak ada motif dan bukti lain untuk menjebloskan Babakar Diop (Fargass Assande) ke penjara. Tapi, saat uang berbicara, semuanya bisa terjadi. Mau menandatangani surat pernyataan bersalah agar hukumannya berkurang, Babakar malah dijebak dan akhirnya bunuh diri di dalam sel penjara. Yakin ayahnya nggak bersalah, Assane berusaha menguak kebenarannya. Berkat buku hadiah sang ayah, Assane tumbuh menjadi seorang Lupin.

Pencurian pertamanya dilakukan di Museum Louvre. Bekerja sebagai office boy, dia jadi tahu seluk-beluk museum tersebut. Dia melibatkan rentenir yang menagih utang untuk menjadi kaki tangan. Mereka mencuri kalung berlian milik keluarga Pellegrini yang akhirnya ditemukan setelah menghilang selama 25 tahun. Sayang, setelah berhasil keluar dari Louvre dengan kalung di kantong, para rentenir itu ditangkap polisi. Tapi tenang, Lupin nggak pernah gagal melaksanakan misinya.

***

Menulis ulasan Lupin ini cukup tricky. Saking serunya, rasanya ingin membocorkan semua plot twist-nya. Tapi, kalau ditahan-tahan, nggak banyak yang bisa diceritakan. Oleh karena itu, sebaiknya kalian langsung nonton aja. Dijamin kalian nggak bakal kecewa kok! Justru beberapa orang semakin penasaran dengan sosok Lupin di luar serial ini. Apakah Lupin sekadar sosok fictional? Hayooo…

Bagi yang nggak biasa menonton serial berbahasa Prancis, kamu nggak perlu takut karena subtitle bahasa Indonesia pun sudah tersedia di Netflix. Mungkin kamu hanya kurang familier dengan para pemainnya. Meski begitu, nggak ada pemain yang skill aktingnya awkward kok. Justru, kamu mungkin tertawa saat melihat para polisi yang selalu dapat dibodohi Assane.

Yang membuat hati agak ketir-ketir adalah ketika tingkah Assane diketahui Hubert Pellegrini, sang pemilik kalung berlian. Dia diceritakan sebagai salah satu orang terkaya di Prancis sehingga sangat dielu-elukan masyarakat dan berbagai pihak, termasuk pemerintah, karena sangat dermawan. Orang nggak tahu bahwa Hubert terlibat dalam pengeboman di Malaysia dan hal-hal keji lainnya. Bersama seorang jurnalis yang mengakhiri karirnya berkat ancaman dari Hubert, Assane mulai menguak kebobrokan Hubert.

Sayang, hal ini malah membuat keluarga kecil Assane terancam. Yap, dia sudah memiliki seorang putra dengan teman sekolahnya. Mereka udah nggak tinggal bersama, tapi masih saling menyayangi. Pada akhir part I, mereka bertiga berlibur untuk merayakan ulang tahun sang anak. Tapi, tiba-tiba anak mereka hilang dibawa pergi penguntit suruhan Hubert. Bisakah Assane membuktikan bahwa ayahnya nggak bersalah dan tetap melindungi keluarganya? (c12/rat)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!