Cegah Pemudik Bandel, Pemkab Jaga Batas Kabupaten Hingga Malam Hari

PERIKSA: Petugas memeriksa tiap kendaraan yang hendak masuk ke Kabupaten Landak dari arah Sanggau sekaligus menyemprotkan cairan disinfektan. Foto HUMAS PEMKAB

NGABANG – Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa meminta instansi terkait untuk memperketat penjagaan pintu masuk menuju Kabupaten Landak jelang Idul Fitri. Penjagaan itu dilakukan hingga malam hari untuk mengantisipasi warga dari zona merah yang masih nekat mudik pada tahun ini.

“Kita usahakan semua warga yang datang langsung lapor. Banyak bandel soalnya,” kata Karolin dihubungi Pontianak Post, Kamis (21/5) lalu.

Ia mengatakan, setiap warga yang baru datang di Landak harus melapor ke Posko di kecamatan atau desa. “Harus didata,” katanya. Kalau perlu sampai malam hari penjagaan tetap ketat. “Takutnya para pemudik ini memanfaatkan kelengahan petugas pada malam hari,” tambah Karolin.

Sebab, tidak tertutup kemungkinan para pemudik ikut menularkan virus dari Wuhan, Cina ini. apalagi bila sang pembawa virus atau carrier tidak menunjukkan gejala atau asymptomatic.

“Sesampainya di sini (Landak), mereka akan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Kami minta untuk isolasi 14 hari,” jelasnya.

Bagi warga yang memiliki kendala selama isolasi, ia sudah menginstruksikan tiap desa untuk menyiapkan rumah khusus karantina. Ia pun sudah mengeluarkan Surat Eedarat Bupati tentang dana desa. Di dalamnya, sudah mengatur agar tiap desa menyediakan tempat karantina.
“Jadi dikarantina di desa,” katanya.

Karolin melanjutkan, dalam beberapa kasus pihaknya sudah beberapa kali meminta warga yang hendak masuk ke Landak dari zona merah untuk putar balik. “Sudah ada yang begitu. Dari luar kita suruh putar balik. Tapi kita tidak menetapkan PSBB,” ucapnya. (mif)

Read Previous

BBPOM di Pontianak- FK Untan Bersinergi dalam Pengujian Covid-19 Berbasis PCR

Read Next

Dorong Terwujudnya Transformasi Digital di ASEAN



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *