Cegah Penyebaran Covid-19, Pj Bupati Sintang Keluarkan SE Larangan Perjalanan Dinas Keluar Daerah

Florentinus Anum. foto Istimewa

SINTANG- Guna mengatasi pencegahan penyebaran Covid-19, Penjabat Sementara Bupati Sintang, Florentinus Anum mengeluarkan surat edaran tentang larangan melakukan perjalanan dinas keluar daerah bagi pegawai aparatur sipil negara.

Surat yang dikeluarkan per tanggal 7 Oktober 2020 tersebut sebagai upaya pecegahan Covid-19.

Sebab menurut Anum, 80 persen penyebaran corona di Kabupaten Sintang karena riwayat perjalanan ke luar daerah.

“Data menunjukan bahwa 80 persen kasus penyebaran corona di Sintang ini berasal dari luar daerah. Saya sudah larang ASN, pejabat dan saya sendiri untuk tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Kecuali dipanggil gubernur atau presiden. Saya tidak mau tugas keluar, pulang ke sintang bawa virus untuk keluarga dan masyarakat,” tegas Anum.

Anum menyebut akan sangat selektif dalam memberikan izin pegawai dinas ke luar daerah, terkecuali sangat penting. Daripada ketika keluar daerah, pulang membawa corona. “Ini akan jadi masalah,” katanya.

Anum meminta masyarakat taat mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Mulai dari penggunaan masker, cuci tangan, jaga jarak dan tidak berkerumun.

“Karena saya melihat corona ini sudah menjadi masalah sosial, bagaimana kita tegas supaya masyarakat betul betul disiplin protokol kesehayan. Kita sekarang bergerak bagaimana caranya kita meminimalisir atau bila perlu menghentikan keterjangkitan antar satu dengan yang lain. Soal medis penyembuhan sudah cleare, kalau mau corona selesai harus gencar sosialisasi ke masyarakat,” beber Anum.

Kasus Covid-19 di Sintang Capai 135 Konfirmasi, 40 Orang DirawatGrafik kasus konfirmasi kasus Covid-19 di Kabupaten Sintang, belum melandai. Nyaris setiap harinya ada penambahan kasus konfirmasi baru, sejak 1 sampai dengan 10 Oktober 2020.

Dalam 10 hari minggu pertama bulan Oktober, tercatat penambahan 32 kasus konfirmasi baru dan 9 orang sembuh.

Penambahan kasus terbanyak pada bulan Oktobet tercatat pada tanggal 5. Dalam sehari tercatat penambahan 14 kasus baru dan 1 sembuh.

Pada 7 Oktober, tambah 9 kasus baru dan satu sembuh. 8 Oktober tambah 1 kasus dan 6 sembuh, namun terjadi penambahan 9 kasus baru pada tanggal 9-10 Oktober 2020.**

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!