Cerita Ibu-ibu PLN (PIKK) UPDK Singkawang Ber-Kartini

HARI KARTINI: Momentun peringatan Hari Kartini tahun 2020, pengurus PIKK hingga Unit Layanan (ULPLTD/U Sanggau dan Unit Layanan PLTD/U Sintang) serentak bergerak di beberapa lokasi  berbeda diantaranya Kota Singkawang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sintang. ISTIMEWA

Berbagi Masker Ditengah Pandemi Covid-19 

SINGKAWANG — PIKK (Persatuan Istri Karyawan Karyawati) PLN UPDK Singkawang kembali hadir melakukan aksi sosial ditengah penyebaran wabah virus corona atau biasa disebut Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) yang semakin mengkhawatirkan masyarakat. Kali ini melalui momentun peringatan Hari Kartini tahun 2020, pengurus PIKK hingga Unit Layanan (ULPLTD/U Sanggau dan Unit Layanan PLTD/U Sintang) serentak bergerak di bebera lokasi  berbeda diantaranya Kota Singkawang, Kabupaten Sanggau, Sekadau dan Kabupaten Sintang.

Yang unik dari aksi kali ini adalah masker yang dibagikan tersebut merupakan hasil kreasi sendiri yang juga sebagai upaya mengusir kebosanan selama pelaksanaan protokol social distancing (#dirumahaja) yang digalakkan pemerintah sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ditemui setelah melakukan aksi sosialnya di salah satu Lokasi Rumah Sakit di Kota Singkawang, Anggrany Chaniago Ketua PIKK UPDK Singkawang menuturkan pihaknya mengetahui bahwa umumnya ibu rumah tangga kebanyakan memiliki keahlian diantaranya adalah keahlian menjahit, sehingga mereka terpikir untuk mengisi limpahan waktu luang saat #dirumahaja dengan kegiatan positif. “Kami awalnya tidak menyangka setelah beberapa hari rupanya kami dapat menghasilkan cukup banyak masker yang memang cukup sederhana cara pembuatannya tersebut,” ungkapnya.

Kegiatan yang mendapatkan dukungan positif dari manajemen PLN UIKL Kalimantan serta PLN UPDK Singkawang tersebut sebetulnya sudah pernah dilakukan dengan membagikan masker kreasi isteri pegawai PLN diantaranya ke beberapa rumah ibadah. Kali ini dalam rangka peringatan Hari Kartini, mereka juga menyumbangkan masker untuk petugas medis. “Masker produksi ibu-ibu kreatif ini dibuat memenuhi standar medis sehingga dapat digunakan petugas medis selama pelayanan di Rumah Sakit,” tuturnya.

Anggrany menyampaikan, sebelum proses pembuatannya, mereka lebih dahulu merancang desain masker yang diperoleh dari beberapa sumber selanjutnya diperbanyak oleh anggotan PIKK di rumah masing-masing. Diceritakan bahwa desain masker yang dibuat memiliki kelebihan bisa dicuci dan digunakan kembali, serta didesain memiliki kantong untuk memungkinkan kita menambahkan beberapa lembar tisu dengan tujuan meningkatkan daya saringnya.

Aksi sosial yang dilakukan dalam momentum peringatan Hari Kartini tersebut juga bertujuan memberikan contoh serta ajakan kepada ibu-ibu lain baik dari berbagai instansi pemerintah dan juga swasta sehingga diharapkan semakin menjadi gerakan masif dan pada gilirannya persoalan kelangkaan masker tidak lagi menjadi masalah. Bahkan setiap orang jika berada di luar rumah tidak akan lagi terpisah dengan masker.

“Kita tidak bisa membiarkan pemerintah bergerak sendiri dalam menangani penyebaran Covid-19 ini, setiap orang mestinya dapat berkontribusi sesuai kemampuannya masing-masing. Dan saya juga menghimbau agar setiap orang keluar rumah hanya dalam kondisi sangat terpaksa serta selalu mengenakan masker,” demikian tutur Anggrany.

Semoga kegiatan positif seperti ini menjadi virus kebaikan yang merebak sebagaimana kemampuan Covid-19 menyebar luas. (har)

loading...