Cerita Pedagang Divaksin Covid-19, Sempat Takut dan Khawatir

KHAWATIR: Pedagang divaksin Covid-19 sempat merasa takut dan khawatir. (IST)

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus menggeber titik-titik lokasi tempat vaksin Covid-19 di berbagai tempat. Tidak hanya melibatkan ruang publik, area-area yang biasanya menjadi tempat perkumpulan juga menjadi sasaran vaksin. Tujuannya selain mempercepat masyarakat menerima vaksin juga melahirkan Herd Immunity untuk Kalbar.

Salah satu area yang menjadi tempat vaksin adalah balai perkumpulan warga di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Tampak sejumlah pedagang mengikuti seluruh proses vaksin dengan baik.
Pantauan Pontianak Post para pedagang yang mengikuti vaksinasi harus datang ke meja pendaftaran untuk melakukan verifikasi ulang, di antaranya menunjukkan bukti identitas dan pelengkap lainnya. Selanjutnya, para calon penerima vaksin masuk ke areal ruang tunggu.

“Kemudian datang ke meja skrining. Di sana petugas akan melakukan pemeriksaan fisik sederhana untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit penyerta (komorbid). Setelah itu, calon penerima vaksin diberi suntikkan vaksin oleh dokter,” kata Devy, salah satu petugas vaksin.

Usai disuntik, mereka datang ke meja observasi. Di sana petugas mencatat hasil pelayanan vaksinasi. Penerima vaksin diobservasi selama 30 menit untuk memonitor kemungkinan ada hal tidak diduga terjadi. Setelah semuanya selesai, penerima vaksin boleh meninggalkan lokasi dengan membawa kartu vaksinasi.

Mira(45), salah seorang pedagang mengatakan dirinya mengikuti vaksinasi Covid-19  untuk mencegah penularan virus corona. Awalnya dirinya merasa takut, namun ternyata prosesnya tidak terlalu mengerikan.

“Biasa saja kayak disuntik biasa, cuma ada rasa deg-degan dan takut. Tetapi sesudah vaksin lebih pede kok,” katanya belum lama ini di lokasi.

Dia menceritakan bahwa sebelumnya sangat takut dengan cerita suntik vaksin. Apalagi banyak sebaran hoax yang diterima kawan-kawannya, sesama pedagang akan bahaya vaksin. Namun setelah melihat manfaat vaksin yang terus dikabarkan pemerintah, akhrinya dia logowo mengikuti vaksin pemerintah.

“Sudah gratis, kita diberikan semacam bingkisan lagi waktu itu. Alhamdulillah saya sekarang sudah selesai semua vaksin. Bahkan sudah sampai ke tahap 2,” ucapnya. (den)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!