Daging Ayam Sumbang Inflasi

ayam potong
PENYUMBANG INFLASI : Daging ayam menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi pada Oktober 2019. SITI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Kota Pontianak pada Oktober 2019 mengalami inflasi sebeasr 0,15 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 148,71 pada September 2019 menjadi 148,93 pada Oktober 2019. Kelompok bahan makanan menjadi penyumpang inflasi terbesar. Adapun daging ayam menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi.

Kepala BPS Kalbar, Pitono menyebut, inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada enam kelompok pengeluaran, sementara hanya satu kelompok yang mengalami deflasi. Kelompok bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 0,1203 persen, disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0197 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0008 persen; kelompok sandang 0,0229 persen; kelompok kesehatan 0,0110 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,0022 persen.

“Sementara hanya kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi, dengan andil sebesar -0,0288 persen,” ungkap dia.

BPS Kalbar mencatat, sepuluh komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi secara berurutan pada Oktober 2019 adalah daging ayam ras, jeruk, cabai rawit, sotong, kacang panjang, emas perhiasan, kol putih/kubis, ikan teri, perbaikan ringan kendaraan, dan kentang. Sedangkan sepuluh komoditas yang mengalami penurunan harga tertinggi secara berurutan pada Oktober 2019 adalah ikan kembung, tarif angkutan udara, ikan tongkol, sawi hijau, kangkung, bayam, wortel, buncis, daun seledri, dan tomat sayur.

Pitono mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2019 sebesar 2,30 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 3,90 persen. Sedangkan tingkat inflasi kalender pada periode yang sama tahun kalender 2017 dan 2018 masing-masing 3,61 persen dan 2,39 persen.

Sementara itu, pada Oktober 2019 dari 82 Kota IHK di Indonesia tercatat 43 kota mengalami inflasi dan 39 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado 1,22 persen, sedangkan terendah terjadi di Pematang Siantar, Ternate, dan Tual yang mengalami inflasi 0,01 persen. adapun deflasi tertinggi terjadi di Balikpapan sebesar 0,69 persen, sedangkan terendah terjadi di Palopo yang mengalami deflasi 0,01 persen dengan IHK 136,35. (sti)