Dampak Bos Bersikap Sewenang-Wenang

Konflik antara karyawan dan pimpinan biasa terjadi di perusahaan. Apalagi jika sang atasan enggan mendengar pendapat orang lain dan bersikap otoriter. Selalu sewenang-wenang sekehendak hatinya. Sikap ini pun akhirnya berdampak buruk bagi perkembangan perusahaan.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Setiap karyawan pasti berharap memiliki atasan yang bersikap bijaksana. Mau mendengar pendapat semua pihak, termasuk karyawan. Namun, tak semua pimpinan perusahaan bersikap bijaksana. Ada yang sewenang-wenang dan memutuskan sesuatu berdasarkan pikiran sendiri, tanpa adanya diskusi. Dan, tak mau menghargai pendapat orang lain.

Psikolog Romi Arif Rianto, S.Psi berpendapat otoriter adalah sikap ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa hanya dirinyalah yang bisa diandalkan. Sikap otoriter memperlihatkan bahwa dirinya memiliki kekuasaan penuh atas segala sesuatu yang ada di dalam perusahaan yang sedang dipimpinnya. Termasuk mengambil keputusan penting.

Romi berpendapat sikap otoriter bisa saja dimiliki seorang pimpinan di dalam suatu perusahaan. Misalnya, terlalu mendominasi ketika mengambil keputusan di perusahaan. Sikap otoriter pimpinan yang terlalu mendominasi bisa saja berdampak bagi perusahaan.

“Kondisi ini bisa memengaruhi psokologis karyawan,” ujar Romi.

Sikap sewenang-wenang tersebut juga akan memengaruhi kreativitas karyawan. Karyawan merasa dalam tekanan. “Karyawan merasa kurang bebas untuk bersikap,” kata Romi.

Pendapat karyawan pun selalu dibatasi. Karena merasa terkekang, akhirnya merasa serba salah. Akibatnya perusahaan hanya berjalan sesuai kemauan pimpinan otoriter tersebut.

Namun, sikap otoriter tidak selalu negatif. Ada pula manfaatnya. Salah satunya tanggung jawab dalam memutuskan suatu hal penting bagi perusahaan. Dalam menghadapi pimpinan otoriter, karyawan harus memikirkan bagaimana berargumen yang baik dan matang. Contohnya ketika mengajukan pendapat atas suatu persoalan.

“Kalau karyawan menganggap lebih baik, maka bisa menunjukkan dasar dan alasan yang jelas. Tetaplah bersikap profesional. Dalam dunia kerja, sikap profesional harus dikedepankan. Tak peduli apakah atasan anda otoriter atau tidak,” pungkasnya. **

Read Previous

Marak Terjadi Pelecehan Seksual di Konser

Read Next

Konsumsi Rokok Remaja Capai Rp 68,14 M

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *