Dampak Covid-19, Pendataan Keluarga 2020 Ditunda

Kepala BKKBN Kalbar Tenny Calvenny Soriton saat melakukan koordinasi bersama mitra di Kabupaten Kubu Raya.

PONTIANAK-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat, membatalkan kegiatan pendataan keluarga yang sedia direncanakan dilaksanakan pada pertengahan tahun ini. Pandemi covid-19 yang mewabah di Kalbar jadi alasan ditundanya kegiatan tersebut.

Kepala BKKBN Kalbar, Tenny Calvenny Soriton membenarkan bahwa pendataan keluarga yang sedia dilangsungkan pada bulan Juni atau Juli harus ditunda, karena situasi saat ini Pemerintah tengah gencar melakukan penanganan covid-19.

“Surat penundaan pendataan keluarga sudah saya tanda tangani, tembusannya ke Gubernur dan Kepala Daerah di 14 Kabupaten Kota di Kalbar,” ujar Tenny kepada Pontianak Post, Kamis (23/4) pagi.

Dijelaskan dia, gaung pendataan keluarga 2020 sebenarnya sudah disiapkan matang oleh BKKBN Kalbar, dengan meminta dukungan kepada semua kepala daerah yang ada di 14 Kabupaten/Kota. Respon kepala daerah juga positif. Mereka sepenuhnya mendukung kegiatan pendataan keluarga ini.

Namun lanjutnya, akibat pandemi covid-19 membuat pelaksanaan pendataan keluarga 2020 mesti ditunda. Namun jika pandemi covid telah selesai, persiapan pendataan keluarga mungkin baru bisa dilaksanakan.

Secara keseluruhan, iapun mendukung langkah pemerintah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibeberapa wilayah Indonesia. Pemerintah pun memberlakukan physical distancing sehingga membuat kegiatan pelatihan sampai kunjungan dari rumah ke rumah oleh kader pendata dalam melakukan pendataan keluarga dirasa tidak dimungkinkan.

Akibat covid-19, pemerintah pun mengalokasikan anggaran buat penanganannya. Sehingga mengakibatkan anggaran belanja modal penyediaan infrastruktur teknologi informasi pendataan keluarga 2020 tidak bisa dilaksanakan. “Pendataan keluarga 2020 ini ditunda dan akan dilakukan di 2021. Mudah-mudahan penanganan covid-19 bisa dilakukan cepat,” tandasnya.(iza)