Dampak Kabut Asap : Okupnasi Menurun, Agenda Dibatalkan

BAGIKAN MASKER : GM Hotel Aston Pontianak, Anto W Soemartono, membagikan sekaligus memasangkan masker kepada seorang anak yang merupakan pangunjung hotel tersebut.

PONTIANAK – Dampak bencana kabut asap semakin menyasakkan sektor perekonomian di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak. Pada sektor perhotelan misalnya, tingkat okupansi menunjukkan penurunan. Selain itu, banyak kegiatan yang sebelumnya sudah dipesan di hotel harus dibatalkan.

General Manager Hotel Aston Pontianak, Anto W Soemartono, menuturkan, sejak beberapa jadwal penerbangan menuju Pontianak dibatalkan, banyak agenda yang direncanakan digelar di hotel tersebut terpaksa dibatalkan. “Kegiatan yang direncanakan hari Rabu dan Kamis ini, ada beberapa yang sudah di-cancel,” beber dia, Selasa (17/9)

Dia berkeyakinan kondisi ini tidak hanya terjadi pada Hotel Aston Pontianak saja, melainkan hotel-hotel lainnya yang ada di kota ini. Dampak bencana ini menurutnya sangat memukul sektor perekonomian, bahkan menyentuh pelaku usaha skala kecil. “Hotel beli makanan dari siapa? Tentunya dari pemasok, yang merupakan pelaku UMKM. Belum lagi pelaku usaha yang lain, seperti oleh-oleh, transportasi, dan lain sebagainya,” kata dia.

Selain pembatalan, dampak negatif lainnya, adalah tingkat okupansi yang menunjukkan penurunan. Penuranan tingkat hunian tersebut, dikatakan dia, terasa sejak hari Minggu (15/9). Dia bilang, pekan yang lalu, hotel ini mampu mencatatkan angka okupansi sekitar 80-85 persen, sementara saat ini di bawah 70 persen.

Sementara itu, General Manager Hotel 95 Pontianak, Suhaili, menurutkan bencana asap saat ini sudah sangat mengganggu kesehatan. Di sisi lain, dari sektor perhotelan pun sangat merasakan dampak dari bencana tahunan ini. Dia bilang, Hotel 95 Pontianak mengalami penurunan okupansi.

“Dari sisi okupansi, ada pengaruh sampai dengan 15 persen,” kata dia.

Dia berharap, agar bencana kabut asap ini dapat segera berakhir, sehingga perekonomian kembali berjalan lancar. Dia pun mengapresiasi langkah pemerintah untuk mengatasi kabut asap akibat kebakaran hunta dan lahan.

“Saya yakin Bapak Gubernur Kalbar lagi berusaha sungguh-sungguh untuk mengatasi hal ini. Semoga Allah menurunkan hujan yang lebat,” pungkas dia. (sti)

error: Content is protected !!