Danau Biru Menarik Dikunjungi

TINJAU: Camat Putussibau Selatan Rusli Kulya saat mengunjungi Danau Biru Desa di Cempaka Baru Nanga Erak Kecamatan Putussibau Selatan belum lama ini. Kecamatan Pusel for Pontianak Post

Perlu Kajian Keamanannya

PUTUSSIBAU – Bekas galian tambang yang kini menjadi danau buatan atau sering disebut Danau Biru di Desa Cempaka Baru Nanga Erak Kecamatan Putussibau Selatan belakangan ini cukup menarik perhatian warga untuk mengunjunginya.

Sudah banyak masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu yang mengunjungi tempat tersebut untuk berfoto, bahkan mandi di danau biru tersebut.

Rusli Kulya Camat Putussibau Selatan mengatakan, dirinya bersama Forkopimcam meninjau danau biru tersebut belum lama ini. Untuk menuju lokasi butuh waktu sekitar 30 menit dari Putussibau ibukota Kabupaten Kapuas Hulu.

“Karena untuk menuju ke Danau Biru itu, kita harus menyeberangi sungai lagi,” ungka Camat Putussibau Selatan ini beberapa waktu lalu.

Menurut Rusli, danau biru tersebut memang layak untuk dikomersilkan, karena pemandangannya cukup indah. Hanya saja memang perlu penataan kembali fasilitasnya agar masyarakat lebih aman dan nyaman saat berkunjung ke Danau Biru tersebut.

“Kita dorong bagaimana Danau Biru itu bisa menjadi BUMDes. Kita pun nantinya akan bertemu dengan aparat desa Cempaka Baru untuk membahas masalah tersebut,” ujarnya.

Lanjut Rusli, sebelum Danau Biru tersebut benar – benar dikelola oleh desa, dirinya sangat mengharapkan agar dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu agar dapat meneliti kandungan air di danau tersebut kenapa warnanya sampai biru dan apakah membahayakan masyarakat yang mandi di air tersebut atau tidak. Soalnya lokasi tersebut merupakan bekas galian tambang.

“Kita ingatkan juga kepada masyarakat yang berkunjung ke danau biru tersebut, jangan sampai mandi di danau itu sebelum adanyan hasil penelitian terhadap air danau tersebut. Kalau hanya sekedar foto – foto tidak masalah. Tapi ingat, jangan terlalu dekat berdiri dekat tebing,” pesan Rusli.

Terpisah, Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olahrga dan Pariwisata (Disporapar) Kapuas Hulu Agus mengatakan, terkait keberadaan danau biru di Desa Cempaka Baru yang sering dijadikan tempat wisata bagi warga itu perlu kajian, mengingat lokasi tersebut bekas galian tambang.

“Secepatnya kita akan lakukan kajian bersama stakeholder terkait. Apakah danau tersebut berbahaya bagi kesehatan dan bagaimana dengan status lahannya dan lain- lain,” kata Agus.

Belum adanya hasil penelitian soal Danau Biru tersebut, pihaknya pun belum bisa untuk melaramg masyarakat berkunjung kesana.

“Itukan kemauan masyarakat untuk mencari hiburan ke tempat wisata. Kita hanya berupaya untuk memberikan layanan wisata kepada masyarakat.

Tambah Agus, jika melihat Danau Biru tersebut, potensi wisata itu ada, hanya tinggal dikemas lagi bagaimana danau biru itu bisa menarik masyarakat untuk berkunjung kelokasi tersebut.

“Hanya bagaimana nantinya fasilitas di Danau Biru itu dibuat sebaik mungki sehingga masyarakat betah berkunjung ke danau biru,” pungkasnya. (dRe)

loading...