Dari KKI Bank Indonesia Seri Ke-3,  Ajak Milenial Cinta UMKM

BANK Indonesia kembali menggelar pameran bergengsi Karya Kreatif Indonesia.

Gelaran KKI Seri Ke-3 di tahun 2020 ini dibuka secara serentak di kantor perwakilan Bank Indonesia seluruh Indonesia, Jumat (20/11).

Di tengah pandemi, secara fisik pameran ini digelar terbatas, dengan mematuhi protokol kesehatan. Namun gelaran kali ini terasa lebih ramai dan luas.

Pasalnya BI memanfaatkan pertemuan, seminar, pelatihan, hingga transaksi secara virtual. Berlangsung hingga Minggu (22/11), nama-nama top di bidangnya pun didaulat mengisi seminar dan pelatihan untuk UMKM dan masyarakat luas.

KKI Seri ke-3 Kalimantan Barat sendiri digelar di Gardenia Resort, Jl Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya. Kendati tidak ramai didatangani warga, puluhan pelaku UMKM dan industri kreatif yang ikut tetap belomba-lomba menata sebaik mungkin display stand dan produknya.

Mereka terdiri dari berbagai bidang seperti; kuliner, fashion, kerajinan tangan, makanan kemasan, dan lainnya. Sementara itu, dekorasi yang dihadirkan juga unik dan menarik, dengan memanfaatkan kerajinan caping yang dicat warna-warni. Properti itu disusun ciamik menghiasi area KKI.

Kepala KPw BI Provoinsi Kalbar Agus Chusaini menjelaskan, KKI kali ini mengangkat tema; “UMKM Sahabat Milenial”.

KKI 2020 Seri Ketiga diharapkan bisa mendorong generasi muda memiliki semangat cinta UMKM dengan mencintai produk lokal serta menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi perekonomian Kalbar dan Indonesia,” ujar dia.

Menurutnya, tema kali ini merupakan rangkaian dari dua tema seri KKI sebelumnya di tahun 2020. Pada seri-1 pada tanggal 28-30 Agustus mengusung tema “Sinergi untuk UMKM Ekspor”.

Kemudian Seri-2 pada Oktober dengan tema “Sinergi untuk UMKM Digital”.

Sementara 20-22 November 2020 dan mengangkat tema “UMKM Sahabat Milenial”. Kaum milenial sebagai kelompok usia yang mendominasi Indonesia ini dianggap pasar potensial untuk UMKM. Selain itu mereka kelak akan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa, sehingga penting untuk mendapatkan edukasi.

Terlebih pada masa pandemi Covid-19 ini, ekonomi digital kian menjadi primadona, dimana kaum milenial menjadi penghuni terbesar ekosistemnya.

“Melalui penyelenggaraan KKI Seri ke-3 ini kami berharap agar kegiatan ini dapatmendukung upaya pemulihan ekonomi di Kalimantan Barat, khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19,” ungkap dia.

Jembatani UMKM dengan Eksportir
Konsep pameran digital yang digelar BI terbilang sukses. Pencapaian UMKM pada KKI Seri ke-1 dan ke-2 tahun 2020 sangat membanggakan dengan jumlah peserta pameran sebanyak 377 UMKM yang berhasil meraih omzet penjualan sebesar Rp10,5 Miliar serta dikunjungi secara virtual oleh 53.153 pengunjung.

Dalam KKI 2020 juga dilakukan selebrasi kesepakatan bisnis yang terjadi sejak 2019 hingga 2020 dengan capaian penjualan per ekspor sebesar Rp69,1 miliar, serta terjadi komitmen pembiayaan antara UMKM dengan lembaga keuangan sebesar Rp44,1 Miliar.

Khusus di KKI 2020, diselenggarakan pula one on one meeting antara 31 UMKM dengan 16 buyer, eksportir dan agregator dari dalam maupun luar negeri. Serta terjadi komitmen pembiayaan antara UMKM dengan lembaga keuangan sebesar Rp4,7 miliar.

Berbagai event menarik diselenggarakan khusus bagi segmen milenial, seperti Dialog Kopi, kompetisi latte art, Edukasi Onboarding, dan Business Coaching.

Narasumber dipilih yang inspiratif bagi kalangan milenial, seperti barista Chico Jericho dan Yessylia Violin, pengusaha muda Aldi Raharja, Michael Chrisyanto, Mohamad Iqbal, Lutfiel Hakim, Agung Prakoso, Vanda Rainy, Ferly Novriadi, dan Imam Wibowo.

“Melalui KKI, UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia di seluruh nusantara didorong untuk secara kontinyu melakukan inovasi, memperbaiki kualitas produk sesuai selera pasar dan berorientasi ekspor, serta memanfaatkan platform digital, agar dapat menembus pasar internasional,” ungkap Agus.

Gubernur Kalbar Sutarmidji yang diwakili Asisten II (Bidang Perekonomian dan Pembangunan) Setda Prov Kalbar Junaidi memuji konsep pameran KKI ini. Menurutnya event ini selain selalu memunculkan inovasi dan ilmu baru bagi UMKM.

“Ini sejalan dengan target Pemprov Kalbar ke depan, dimana UMKM harus mampu bersaing ke tingkat yang lebih tinggi. Hal itu dengan pemanfaatan digitalisasi yang ada saat ini,” sebut dia.

Pihaknya juga berharap para pelaku UMKM saling berkolaborasi sehingga mudah menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Begitu juga dengan sektor lain, juga harus saling bahu-membahu dengan UMKM untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik. Pemprov Kalbar sendiri, tutur dia, juga menelurkan program untuk sektor UMKM di kawasan perdesaan yang bertajuk Warung Desa.

“Pemprov Kalbar merencanakan akan membentuk program warung desa yang diharapkan bisa memunculkan kreativitas ekonomi baru yang memberikan nilai tambah dan menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan demikian akan meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat di Kalimantan Barat, melalui UMKM berbasis ekonomi kreatif,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengaku senang KKI kali ini digelar di wilayahnya. Menurutnya banyak sekali ilmu baru yang pihaknya dapatkan di sini, untuk turut mendorog UMKM lokal berkembang. Apalagi potensi Kubu Raya sangat besar.

“Kita kaya akan sumber daya alam. Contoh kecil saja, begitu banyak kerajinan anyaman dari macam-macam serta tumbuhan di kita. Untuk mendukung para pengrajin, kami komit bahwa tidak lagi menggunakan nasi kotak atau Styrofoam. Tetapi pakai besek atau wadah anyaman,” sebut dia.

Event ini sambutan baik dari para pelaku UMKM. Hadi Susanto (31 tahun), salah seorang peserta pameran mengaku banyak sekali ilmu dan fasilitas yang diberikan. Selain itu dia juga bisa berkenalan degan banyak pelaku usaha lainnya, sehingga memperluas jejaring perkenalan dan bisnisnya.

“Saya memproduksi produk kosmetik seperti minyak kemiri, lotion dari tengkawang tungkul, dan bahan alami lainnya. Kami dibantu untuk mencari pasar yang lebih luas di luar Kalbar. Kami juga diberikan teknik-teknik pemasaran digital, dan dukukungan lainnya. Kita memang benar – benar ditempa baik dari pola pikir maupun apa yang harus dilakukan dalam berbisnis.Saya bersyukur dan bangga bisa menjadi mitra binaan BI,” pungkasnya. (ars)

error: Content is protected !!