Dari Ospek Turun ke Hati

OSPEK menjadi hal wajib yang harus diikuti sebagai salah satu syarat menjadi mahasiswa baru. Kegiatan yang bertujuan untuk mentransfer pengetahuan seputar kampus ini juga bisa menjadi ajang transfer perasaan. Banyak senior yang mencari gebetan lewat kegiatan ini. Buktinya kedua sobat Zetizen di bawah ini menjadi salah satu korban cinlok seniornya saat ospek. Simak kisah cerita mereka, yuk! (dee)

Sebal Dulu, Sayang Kemudian
Atikah (@tikaah)
IKIP PGRI

“Pasti di setiap kampus ada senior yang paling nyebelin dan dominan di antara yang lain, kan? Paling rese dan hobi banget mengkritik mahasiswa baru. Pokoknya di mata dia, semua mahasiswa baru nggak ada benernya. Nah, itulah deskripsi singkat doi waktu lagi mengospek aku. Di antara ratusan mahasiswa, aku salah satu mahasiswa yang sering banget dimarahi. Dikit-dikit pasti nama aku dipanggil buat sekadar dikerjain atau disuruh-suruh. Kesel banget!

Sampai di hari akhir ospek ada sesi senior minta maaf, doi nyamperin aku. Kalau ingat itu lucu karena dia malu-malu dan jauh banget dari kata sangar seperti biasanya. Selang seminggu setelah ospek aku kaget bukan main waktu melihat notif WhatsApp dari dia. Kami PDKT sebulan, entah kenapa yang awalnya benci banget berubah jadi rasa yang lain. Nggak terasa sekarang udah ada ospek lagi, artinya kejadiannya uda berlalu setahun lalu dan kami masih pacaran sampai sekarang.”

Ketemu Dicuekin, Hilang Dicariin
Fitri Mardiyah (@fiiiitri3)
Univeristas Panca Bhakti

“Kegiatan ospek yang terbayang di kepala dari awal adalah hal yang paling membosankan. Harus duduk diam, mendengarkan materi demi materi tentang kampus yang sebenarnya bisa dipelajari seiring berjalannya waktu. Hmm, tapi ternyata ospek nggak terlalu membosankan sejak kemunculan salah satu senior yang mendadak menawarkan bantuan bikin tugas ospek. Kita sebut saja Abang Baik. Si Abang Baik ini datang bah malaikat, sering ngajak ngobrol di tengah materi dan ngantarin aku pulang di hari terakhir ospek.

Aku sih mau aja karena terus terang modus kali ini sangat menguntungkan. Selesai ospek aku tahu dia nyariin aku sampai ngikutin semua medsos. Awalnya risih tapi nggak tahu kenapa semakin lama aku malah jadi suka nyariin juga. Setiap di kampus berharap bisa ketemu tapi selama satu semester dia nggak ada muncul. Sampai akhirnya ada kegiatan kampus yang mempertemukan kami lagi dan benih-benih cinta itupun muncul kembali. Sekarang kami lagi PDKT, belum tahu deh ujungnya gimana.”

Read Previous

Lawan Banyak Menekan

Read Next

Deja Vu Oriundi Lippi

Most Popular