Dari Renovasi, hingga Bangun WC dan Pagar Gereja

GOTONG ROYONG: Anggota TNI dan warga bergotong royong membangun WC dan pagar di tempat ibadah di Desa Sekukun, Kecamatan Hulu Sungai. ISTIMEWA

TMMD ke-105 di Desa Sekukun

Salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 tahun 2019 di wilayah Kodim 1203 Ketapang adalah merenovasi rumah ibadah (gereja) yang dilaksanakan di Desa Sekukun, Kecamatan Hulu Sungai. Ada dua pengerjaan perbaikan gereja pada TMMD kali ini.

GEREJA yang diperbaiki adalah Gereja Santo Tanpa Noda. Di gereja yang memiliki ukuran 8×18 meter ini, petugas membuatkan WC, lantaran di gereja ini masih belum ada WC. Selain membuat WC dengan ukuran 2×3 meter, tim satgas juga membuat pagar gereja sepanjang 125 meter. Sementara di Gereja Santo Yohanes Pemandi, tim juga membuat WC dan pagar yang membelilingi gereja yang memiliki ukuran 7×15 meter ini.

Komandan Kodim (Dandim) 1203 Ketapang, Letnan Kolonel Kav. Jami’an, mengatakan, renovasi rumah ibadah ini bertujuan agar masyarakat setempat dapat memanfaatkan dan melaksanakan ibadahnya dengan nyaman, serta dapat melaksanakan aktivitas keagamaan lainnya. “Kita berharap tentunya rumah ibadah ini nantinya jauh lebih baik setelah direnovasi,” ungkapnya, kemarin (23/7).

Dandim melanjutkan, saat ini kegiatan pengerjaan renovasi rumah ibadah sudah mencapai 70 persen. Dia optimistis renovasi tempat ibadah akan selesai tepat waktu. “Kekompakan TNI dan rakyat diyakini menjadi kunci kesuksesan TMMD kali ini. Kami yakin semua yang telah direncanakan bisa berjalan lancar,” harapnya.

Sementara itu, salah satu warga, Anton, mengaku senang dengan adanya program TMMD di desanya. Dengan adanya program ini, sejumlah fasilitas dan infrastruktur bisa digunakan mereka lagi, salah satunya jalan desa yang selama ini tidak pernah mereka gunakan. “Jalannya sudah ada, tapi sudah lama tidak digunakan. Tapi dengan adanya program ini jalan yang tidak digunakan itu dibuka dan dapat digunakan lagi,” katanya.

Dia juga mengaku senang dengan diperbaikinya sejumlah bangunan rumah ibadah di desanya, salah satunya disediakan WC. Selama ini, diakui dia, jikka rumah ibadah tersebut tidak memiliki WC. Akibatnya, ketika mereka ingin buang air saat mengikuti kegiatan di rumah ibadah, terpaksa harus meninggalkan gereja. “Semua pembangunan ini akan sangat bermanfaat bagi warga desa kami,” ungkapnya. (afi)

Read Previous

Pulau Maya Terhubung Jaringan Listrik

Read Next

Kelompok Bahan Makanan Penyumbang Terbesar Inflasi

Tinggalkan Balasan

Most Popular