Data Keluarga Bisa Digunakan Buat DTKS

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmijdi memandang Pendataan Keluarga yang bakal dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalbar tahun ini, jika sudah terangkum dapat disinergikan dengan keperluan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dengan satu data, diyakini penyaluran dana dan jalannya program ke depan bakalan termaksimalkan.

“Pendataan Keluarga ini penting. Awalnya kenapa tidak disatukan dengan Sensus Penduduk. Setelah dijelaskan, ternyata terdapat beberapa indikator dalam Pendataan Keluarga ini yang saya pandang penting. Data ini nanti bisa buat back up dalam penyusunan program percepatan kesejahteraan keluarga,” ucap Gubernur Kalbar, Sutarmidji, kemarin.

Kata Gubernur Kalbar, semua program yang dijalankan Pemerintah dasarnya adalah validnya data. Termasuk Pendataan Keluarga ini, merupakan salah satu upaya dalam perbaikan pelayanan program lebih terarah dan fokus.

Iapun mengajak semua masyarakat Kalbar untuk memberikan data keluarga masing-masing dengan baik. Sehingga data tersebut ke depan bisa dipakai buat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Jika sudah miliki data ini, saya rasa pemerintah jangan lagi menggunakan data lain. Menurut saya data ini penting untuk DTKS,” ujarnya.

Pendataan Keluarga menurutn Mijdi bisa menjadi acuan siapa yang berhak menerima bantuan sosial ini. Selama berjalannya program DTKS, masih beberapa persen distribusinya tidak terarah.

Mudah-mudahan Pendataan Keluarga ini cepat rampung. Sehingga ke depan data ini bisa digunakan buat kegiatan lainnya. Seperti akses kesehatan, pendidikan dan kemampuan pembiayaan keluarga. “Sehingga penting buat kita buat sukseskan pendataan ini,”’ katanya.

Untuk data Capil dan statistik dengan Kementerian Dalam Negeri dalam angka penduduk juga sudah sama. Jika semua data selaras, semua program akan berjalan baik cepat dan tak lagi salah arah.

Pada kesempatan itu, ia juga berpesan pada petugas Pendataan Keluarga menjalankan protokol kesehatan dalam bertugas nanti. Dengan demikian, data yang dikumpulkan dapat, petugas pendataan dan yang didata tetap bebas dari virus covid 19.(iza)

error: Content is protected !!