Dekranasda Kayong Utara Serahkan Bantuan APD dan Masker; Janji Produksi Masker secara Massal

SUKADANA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kayong Utara akan membuat masker dalam jumlah yang lebih banyak, untuk diberikan ke Puskesmas dan Posko Penanggulagan Covid-19 yang ada di Kayong Utara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dekranasda Kabupaten Kayong Utara Julianti Effendi Ahmad, saat menyerahkan 200 lembar masker bersama sepuluh picis alat pelindung diri (APD) dari Dekranasda Provinsi Kalbar kepada pihak RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Sukadana di rumah dinas Wakil Bupati Kayong Utara, Rabu (22/4).

“Semoga bantuan yang kecil ini bisa bermanfaat besar dan bisa berdampak positif bagi kesehatan masyarakat, sehingga daerah, bahkan negeri yang kita cintai ini bisa terbebas dari pandemi covid-19,” harapnya. Masker yang dibuat tersebut merupakan olahan para pengrajin binaan Dekranasda Kayong Utara.

Julianti mengatakan kelangkaan masker di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 di Kayong Utara, menimbulkan inisiatif mereka untuk membuat dan memberikan masker kepada para pasien yang  berada di rumah sakit.

“Sejak mewabahnya virus korona, kini masker menjadi sangat langka. Bahkan di rumah sakit pun sangat kesulitan untuk mendapatkan masker. Untuk itu kami berinisiatif untuk membuat masker dari bahan kain dan akan kami sumbangkan ke RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I supaya bisa diberikan kepada para pasien,” ucap Julianti.

Sementara itu, Kepala RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Maria Fransisca Antonelly Schoggers usai menerima bantuan tersebut, tak memungkiri jika rumah sakit yang dipimpinnya sangat memerlukan masker. Dengan bantuan tersebut pihaknya merasa senang dan berterima kasih kepada Dekranasda.

“Saat ini rumah sakit kami memang sangat memerlukan masker dan kami sangat merasa senang dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi membantu kami dalam penanganan Covid-19 di Kayong Utara ini, sehingga masker yang diberikan kepada kami ini pasti akan sangat bermanfaat sekali,” ungkapnya.

Ia menjelaskan,  saat ini semua pasien yang berada di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I dianggap orang dalam pemantauan (ODP) atau orang tanpa gejala (OTG).  Sebab mengingat jumlah kasus Covid-19 di Kayong Utara  juga sangat meningkat, sehingga pihaknya harus menggunakan APD yang standar dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. (dan/humas)